Pada tahun 2022, setelah karier selama 27 tahun yang mengantarkannya meraih 23 gelar juara Grand Slam tunggal, Williams mengemukakan bahwa ia tengah ‘berevolusi menjauhi’ dunia tenis.
Spekulasi tentang kemungkinan kembalinya ia mulai mengemuka tahun lalu, tepatnya saat namanya muncul dalam daftar pemain yang terdaftar di pools tes doping, dan kembali menjadi sorotan ketika pada bulan Februari silam namanya terpampang dalam daftar reintegrasi ITIA (Badan Integritas Tenis Internasional).
Namun, kepastian mengenai kembalinya baru terkonfirmasi pekan lalu, ketika diumumkan bahwa ia akan berpasangan dengan Mboko (19 tahun) dalam nomor ganda di Queen’s Club, London.
Sembilan hari yang penuh dinamika pun berlalu, di mana Williams menyatakan bahwa dirinya “tidak perlu membuktikan apa pun”, dan bahwa motivasi utamanya adalah keinginan untuk memperlihatkan kemampuannya di hadapan kedua putrinya.
Olympia yang berusia delapan tahun dan Adira, yang lahir pada tahun 2023, menyaksikan pertandingan dari tribun bersama ayahnya. Mereka bersorak gembira ketika sang ibu kembali memamerkan pukulan-pukulan yang telah mengukuhkan namanya sebagai legenda cabang olahraga ini.
Pukulan pertama Williams membuat para penggemar bertanya-tanya, apakah legenda sepanjmang masa ini mulai kehilanga taji. Betapa tidak, sebuah voli jarak dekatnya justru mendarat di jaring.
Tetapi, keraguan itu luluh lantak 92 menit kemudian; servisnya—yang dulunya pernah dianggap sebagai senjata paling ampuh—mengakhiri laga dan menjadi kemenangan perdananya sejak ajang US Open 2022.
Kedua putrinya rupanya berkesan lain.
Saat ditanya mengenai pendapat mereka atas penampilannya, Williams bergurau: “Adira ingin pergi ke toko mainan, dan Olympia hanya bertanya hendak makan malam apa.”