Widow’s Bay saat ini hanya menyisakan dua episode tersisa, yang berarti penonton akan segera kehilangan dosis mingguan dari pulau terkutuk Apple TV yang seram namun cemerlang ini. Namun, serial ini berlimpah dengan gaung yang layak ditonton ulang, tak terkecuali berkat performa Matthew Rhys yang sangat menggelitik dan sedikit gila sebagai sang wali kota penuh konflik, Tom Loftis.
Tom telah lama menyadari masalah supranatural yang membelenggu pulau tersebut; ia menyaksikan istrinya berubah dari ceria dan sehat menjadi muram dan sangat berpenyakitan di depan matanya ketika ia mencoba menembus batas tak kasatmata yang mengurung seluruh penghuni Widow’s Bay. Pasca kematiannya ia harus membesarkan putra mereka, Evan, sebagai ayah tunggal. Kini, saat Evan mulai menginjak usia remaja, ia kerap melontarkan mulai-mulai pertanyaan -pertanyaan sahih soal mengapa dia tak sekalipun—per nah meninggalkan pulau itu.
Dengan putus asa ingin membuat Widow’s Bay menjadi tempat yang lebih menyenangkan (meski ia mengetahui realitas kelamnya), Tom menggagas dorongan besar terhadap industri pariwisata, dan komitmen ini mulai menuai hasil gemilang ketika musim pertama berjalan,walau segelintir penduduk setempat cukup songsong menolaknya. Namun ironisnya