PT GLI Tegaskan Giorgio Antonio Bukan CEO maupun Pemilik Perusahaan

Selasa, 9 Juni 2026 – 19:00 WIB

VIVA – Nama Giorgio Antonio terus jadi sorotan publik di tengah polemik yang melibatkan Sarwendah dan Ruben Onsu. Salah satu hal yang ramai diperbincangkan adalah status Giorgio yang disebut-sebut sebagai CEO sekaligus pemilik PT Global Loyalty Indonesia (GLI).

Namun, informasi itu dibantah oleh PT Global Loyalty Indonesia. Lewat unggahan di akun Instagram resmi, perusahan itu ngasih klarifikasi soal posisi Giorgio Antonio di dalam perusahaan.

"Menanggapi berita yang beredar di media sosial mengenai adanya berita hoax bahwa saudara Giorgio Antonio Chandra adalah CEO/Pemilik PT Glibal Loyalty Indonesia (GLI), kami menginformasikan bahwa hal tersebut tidak benar," tulis keterangan resmi perusahaan yang dikutip pada Selasa, 9 Juni 2026.

Dijelaskan lebih lanjut, Giorgio Antonio Chandra tidak punya hubungan struktural maupun kepunyaan saham di GLI. Berdasarkan penjelasan pihak perusahaan, Giorgio saat itu cuma hadir sebagai bintang tamu dalam sebuah acara yang diselenggarakan pada tahun 2025 lalu.

"Kehadiran Saudara Giorgio Antonio Chandra di kantor kami emang dalam kapasitasnya sebagai bintang tamu di salah satu acara GLI tahun 2025. Demikian yang bisa kami sampaikan, terima kasih," gitu bunyi pernyataan resmi mereka.

Langung aja, unggahan itu banjir komentar dari pengguna media sosial. Banyak yang kembali mengingat soal pernyataan Giorgio sebelum-sebelumnya tentang profesinya sebagai CEO yang punya 2.000 gerai waktu live bareng Sarwendah.

"CEO banyak PT, 2.000 toko yang tersebar di seluruh dunia. Setau gue toko paling banyak sedunia cuma WARUNG MADURA yang buka 24 jam, dan PT paling banyak adalah PT MENCARI CINTA SEJATI. Sekian info @giorgioantonioc @sarwendah29," komen netizen.

"Tanpa perlu koar-koar untuk validasi @sarwendah @giorgioantonic… mereka percaya kebenaran bakal nemuin jalannya sendiri tanpa menjatuhkan orang lain. Jadi kita sebagai netizen mending filter lagi informasinya," komentar yang lainnya.

MEMBACA  Gempa Magnitudo 5,2 Mengguncang Lumajang, BMKG: Dampak dari Subduksi Lempeng Indo-AustraliaTranslated title in Indonesian: Gempa Magnitudo 5,2 Mengguncang Lumajang, BMKG: Dampak dari Subduksi Lempeng Indo-Australia

Tinggalkan komentar