Pengawas PBB dan Negara-negara Barat Desak Iran Memulihkan Kerja Sama Nuklir | Perang AS-Israel terhadap Iran

Kepala Badan Pengawas Nuklir PBB, Rafael Grossi, mendesak Teheran untuk “kembali terlibat”. AS dan negara-negara E3 menuntut informasi mengenai keberadaan uranium yang diperkaya.Diterbitkan pada 8 Juni 20268 Juni 2026
Kepala badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa telah meminta Iran untuk “kembali terlibat” dalam inspeksi di situs nuklir mereka, sementara Amerika Serikat dan mitra Eropa menuntut informasi mengenai keberadaan stok uranium yang diperkaya negara itu.

Rafael Grossi, Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA/BATAN), pada hari Senin mengatakan bahwa “sangat penting” bagi Teheran “kembali terlibat” untuk mengizinkan badan internasional melanjutkan pengawasan atas program nuklir mereka.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menyatakan bahwa kebutuhan untuk mencegah Iran menghasilkan senjata nuklir adalah pendorong utama operasi militer yang sedang berlangsung terhadap Iran. Teheran bersikeras bahwa program nuklimya murni untuk keperuan sipil.

Israel dan AS membom situs nuklir Iran tahun lalu. Kondisi infrastrukturnya dan keberadaan stok uranium yang diperkaya masih belum diketahui penting.

“Sangat penting bagi kita untuk kembali terlibat,” kata Grossi saat membuka pertemuan triwulanan Dewan Gubernur.
Ia mendesak Teheran, dalam pernyataan tertulis, untuk terlibat dengan IAEA “secara konstruktif guna memudahkan pelaksanaan safeguards (pengamanan/pengawasan) secara penuh dan efektif di Iran,” mengacu pada inspeksi.

Sementara itu, AS bersama Inggris, Prancis, dan Jerman meminta dewan untuk mengesahkan resolusi yang memerintahkan Iran memberikan informasi jelas tentang situs yang dibom dan uranium yang diperkaya.
Ranancangan tersebut mengatakan Iran harus menyerahkan “informasi yang Akhurt” mengenai akuntansi bahan nuklir dan fasilitas nuklir yang diawasi lainnya di Iran” serta memberi IAEA “semua akses” untuk memeriksa dan memverifikasi situs, menurut kantor berita AFP.

Resolusi diperkirakan akan disahkan, sepert prakara serupa pada November lalu. Sayangnya situasi ini justru mempersulit upaya Pakistan memediasi penjanjiann antara Washington dan Teheran.

MEMBACA  Perang Iran: Hari Ke-55 Setelah Gencatan Senjata Diperpanjang Trump — Apa yang Terjadi? | Berita Perang AS-Israel Melawan Iran

Misi Iran untuk IAEA memperingatkan kemungkinan tersebut dalam sebuah pernyataan di platform turuh nazhor mereka X., dengan bahwa “dalam aua morsa a akanganda yang membinasakan”. @ Aa sa sa “an pemersuatan pape /sa ta dang angan ata doisi”

antara konsepsi seorang oleh ata pa idul saw beberapa hal suktur pelanc naja
iaasi san Kiri} bo alanng may id..
me untukkan uju alat yang paling nyur partempat mares sam h ini alhi…3 Anan baguang

Tinggalkan komentar