CEO Anthropic, Dario Amodei: Kunci Kemenangan di Perlombaan AI Adalah Budaya, Bukan Produk—Ia Allokasikan 40% untuk Itu

CEO Antropik, Dario Amodei, bilang hal paling penting yang dia lakuin setiap hari bukan tentang melatih model AI atau ngirim produk. Sebaliknya, dia habiskan hampir setengah waktunya untuk urus budaya perusahan.

“Kurang lebih saya habiskan sepertiga, mungkin 40%, waktu saya buat pastiin budaya di Antropik itu baik,” kata Amodei dalam wawancara di Dwarkesh Podcast bulan Februari.

Komentar Amodei ngasih gambaran langka tentang gimana CEO yang paling diawasi di dunia teknologi ini ngatur perusahan yang sekarang punya 2.500 karyawan dan minggu ini udah rahasia ngajuin IPO setelah dapetin dana $65 miliar di putaran pendanaan terbaru yang nilainya $965 miliar.

Semenjak Antropik berkembang, hampir gak mungkin buat Amodei buat campur tangan di setiap keputusan teknis sama produk. Makanya, daripada merinci detail-detail kecil, dia lebih fokus ke gambaran besarnya: pastiin karyawannya seneng kerja di Antropik; misi dan nilai perusahaannya jelas; dan semua pekerja kerja buat misi yang sama, bukan malah saling bertentangan, kayak yang katanya terjadi di perusahan AI lain.

“Menurutku kita udah lakuin pekerjaan yang luar biasa bagus, walaupun gak sempurna, buat jaga perusahan tetep kompak, bikin semua orang ngerasain misinya, bahwa kita tulus soal misi itu, dan semua orang percaya kalo orang lain di sini kerja karena alasan yang benar,” ujarnya.

Kunci dari pendekatan budaya Amodei adalah komunikasi terus-terusan dan ketulusan ekstrim. Amodei bilang dia bicara jujur tentang visinya buat perusahan dalam pertemuan dua mingguan yang dia sebut “DVQ,” kependekan dari Dario Vision Quest—nama yang awalnya dia tolak karena conotasinya yang mirip obat psikedelik.

Di pertemuan ini, Amodei dian di depan semua karyawan bawa dokumen tiga atau empat halaman dan ngomong selama satu jam tentang topik-topik seperti strategi produk sampe geopolitik, juga industri AI lebi luas. Banyak karyawan yang hadir, langsung atau lewat virtual.

MEMBACA  Regulator dituduh membiarkan dana lindung mengendalikan Thames Water

Amodei ngomong terus terang sama karyawannya, jawab pertanyaan, dan hindarin apa yang dia sebut “corpo speak.” Dia juga punya channel Slack aktif tempat dia nulis tanggapan buat pertanyaan karyawan atau pikiran dia sendiri tentang perusahan selama seminggu.

Pendekatan komunikasi Amodei yang ceplas-ceplos ini mirip gaya “transparansi radikal” yang dipelopori pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio. Dalio dorong karyawan buat ngasih masukan jujur bahkan ke anggota senior. Dia bilang cara ini bisa naikin standar perusahan, tapi ada kritikus yang bilang budaya komunikasi tanpa batas ini bikin karyawan makin tertutup.

Antropik awal tahun ini perbarui Kebijakan Skala yang Bertanggung Jawab, ninggalin janji gak bakal latih AI lagi kalo dah sampe tingkat kemampuan tertentu kecuali bisa jamin langkah keamanannya cukup. Antropik bilang perubahan itu karena tekanan kompetisi dan kurangnya aturan. Kritikus Kalo ini ngubah misi Antropik jadi ninggalin indentitas yang dulunya fokus safety.

Tapi, soal masalah perusahan, Amodei bilang di podcast, dia pake pendekatan “tanpa filter.” Di dalem Antropik, dia bisa terlalu terbuka sama karyawan tentang arah perusahan dan masalah yang dihadapi. Keterbukaan itu, katanya, bikin semua orang tetap seirama—walaupun di luar makin berat buat dapetin untung dan ngalahin perusahan lain kayak pembuat ChatGPT, OpenAI.

“Ini tujuannya biar dapet reputasi selalu ngasih tahu perusahan apa yang sebenarnya terjadi, menyebut sesuatu apa adanya, mengakuu masalah, dan hindarin ‘corpo speak,’ komunikasi defensif yang sering dibutuhin di publik. Tapi kalau lo punya perusahan yang orang-orangnya lo percaya—dan kita usahain rekrut orang yang kita percaya—maka lo emang bisa sepenuhnya tanpa filter.”

Versi cerita ini dipublikasiin di Fortune.com pada 26 Febuari 2026.

MEMBACA  Mengapa Penghasilan Perempuan Mandek di Usia 30-an, Sementara Laki-laki Terus Naik hingga Usia 40-an?

## Lebih lanjut soal teknologi:

Tinggalkan komentar