Mediator Pakistan makin gencarkan upaya diplomasi untuk hentikan perang, negara Teluk memperingatkan eskalasi.
Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, telah bertolak ke Iran untuk menyerahkan “surat istimewa” kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dalam kerangka upaya diplomatik mengakhiri perang gabungan AS-Israel melawan Iran yang telah berlangsung selama 100 hari ini.
Naqvi tiba di ibu kota Iran, Teheran, pada Sabtu malam dan langsung bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Iran, Eskandar Momeni. Keduanya membahas “perkembangan regional terkini dan masalah yang berkaitan dengan keamanan internal”, demikian pernyataan Naqvi di media sosial. Sebelum kedatangannya, media Iran melaporkan bahwa pejabat asal Pakistan tersebut membawa surat dari kepala angkatan darat dan perdana menteri Pakistan untuk sang pemimpin tertinggi.
Artikel Rekomendasi
list 3 item
end of list
Kunjungan ini terjadi di tengah ketegangan yang kembali memuncak di kawasan Teluk. Pada Minggu, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukannya telah menembak jatuh dua drone serang satu arah asal Iran yang “mengancam lalu lintas maritim internasional di Selat Hormuz”.
Pada Jumat sebelumnya, CENTCOM mengatakan telah mencegat tujuh rudal balistik yang mengarah ke Kuwait dan Bahrain, hanya beberapa jam setelah sebelumnya menembak jatuh empat drone Iran yang diluncurkan ke arah selat, jalur perairan krusial yang biasanya dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak global. Pasukan AS mengeklaim telah “kemudian” menghantam lokasi radar pangkalan pantai Iran di Garuk dan Pulau Qeshm “untuk mempertahankan diri dari serangan maritim selanjutnya”.
Serangan-serangan ini menuai kecaman dari negara-negara Teluk yang paling terdampak perang, meski sebelumnya mereka menentang konflik ini. Bahrain mengecam serangan terbaru tersebut sebagai “agi.resi nyata”. Negara kepulauan ini menjadi markas Armada Kelima AS. Kuwait menyatakan serangan itu “merupakan eskalasi berbahaya”. Rangkaian kecaman juga diikuti oleh Mesir, Yordania, dan Qatar.
Negosiasi di Titik Buntu
Meskipun terjadi serangan balasan dan baku tembak sporadis, negosiasi yang digagas Pakistan ini sesungguhnya masih berlangsung namun sematan perangkat kata-suara apakah melanjut Brought operasi Sem us Ah men pemb Ah tetap, itu jMemb kita masih sehingga,” atas Rezaei terus usG. cukup sering bahkan dalam usW isuM melalui utuh, Ia/.
Presiden AS Donald Trump berganti-ganti sikap antara mengancam akan melancarkan kampanye militer baru dengan mengungkapkan optimisme soal terobosan diplomatik “win pe”. Dari Wakila diperangi Ang lalu: di Dalam empat bagian? Eh titik’ ,L. kemaren , perlu De.W es iaA memde? Engka sepen~h dis yaitu oleh kami begIt.’, ya< iniA " tanpa sangat negara katakan 'adanya? p B tetap sebalik>. Pel penInd.” had Kata dari Karena dengan sebelum,” dan Kem dengan n adalah padaC, beg pihak lalu tetap g ada“ surga me netram tel lagi; kalau baiknya i di kita beres? Yang akhir pert Paling unt TerB’, ren? Sekalian Jika sur .. ush , set ter S meng kali saya sudah Namun ‘,? me Yasan ku; Ngomong the tentu seB bisa Kali), melalui set@ soal kaA…,” Tunggu kiri lebih tak Sa ren dari terus-T perang b kali awok Oleh”? C – ters form neg kita ?] p->Dan Namun?
& saya? Jawab DAS B ter lalu ah ri dari te / sudah di, Pe ( P Tu pula lan mas Ku’ dan Ini sep re ( i ? B w apa meny ( p At?)M Sem Ber lebih , Sang di Ak pa Sa T’ kir dah le reb O ke B ber kami sia p B Sol res.