WASHINGTON – Badan intelijen Pentagon telah menaikkan tingkat ancaman spionase Israel dari “tinggi” menjadi “kritis” dalam beberapa pekan terakhir. Kabar ini pertama kali diungkap oleh NBC News pada hari Jumat, lalu disusul oleh The New York Times keesokan harinya.
Menurut sumber anonim yang dikutip media tersebut, perubahan ini dipicu oleh kekhawatiran atas taktik Israel yang semakin agresif terkait perang antara AS dan Iran.
Disebutkan bahwa Badan Intelijen Pertahanan AS (DIA) meningkatkan kewaspadaan karena ada kekhawatiran Israel semakin giat memata-matai pejabat tinggi Amerika. Diduga, tujuanya adalah untuk memahami pemikiran internal Gedung Putih soal cara mengakhiri perang.
Perbedaan pendapat antara Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu pun semakin terlihat jelas. Trump berulang kali ingin perang diakhiri akibat tekanan dalam negeri, sementara Netanyahu justru mendesak perang dilanjutkan meski gencatan senjata sempat terjadi.
Meski pertempuran sebagian besar dihentikan sejak gencatan senjata sementara pada 8 April, upaya mencapai kesepakatan permanen masih terus buntu.