Kisah Tak Terlupakan: Nyala Harapan Di Balik Jendela Bis

Hangzhou, China (ANTARA) – Saat China berusaha memperkecil jurang pembangunan antara kota dan desa, transformasi Kota Jiaxing di Provinsi Zhejiang timur terlihat dari hal sederhana seperti naik bus.

Suatu sore di musim semi tahun 2004, Xi Jinping, yang saat itu menjabat Sekretaris Komite Provinsi Zhejiang dari Partai Komunis China (CPC), naik bus di pusat kota Jiaxing dan menempuh perjalanan lebih dari 20 kilometer ke ujung pedesaan rute tersebut.

Xi ingin melihat sendiri bagaimana layanan bus baru antara kota dan desa ini berjalan. Diluncurkan pada tahun 2003, rute ini termasuk salah satu jalur bus pertama di Zhejiang—bahkan di China—yang menghubungkan langsung kota dengan pedeasaan.

Selama perjalanan, Xi berbincang dengan kondektur bernama Jin Lijun, menanyakan perubahan sejak rute ini di buka.

“Sekarang, petani bisa lebih mudah pergi ke kota,” kata Jin.

Rute bus ini berkelok hingga tiba di Desa Sanxing, daerah terkenal penghasil buah persik. Dulu, petani hanya menjual hasil panen mereka sampai pasar kecamatan. Kini, jalur bus baru membawa mereeka langsung ke kota, tempat buah persik mereka bisa di jual dengan harga lebih tinggi.

Xi juga mengundang penumpang lain untuk berbagi pendapat tentang layanan ini—apa yang masih perlu diperbaiki dan harapan mereka ke depan. Suasana bus pun menjadi hidup dengan obrolan.

Setelah turun, Xi berbicara dengan warga desa setempat dan mendengarkan pandangn mereka tentang integrasi kota-desa. Dengan antusias mereka menceritakan perubahan yang dibawa layanan baru ini dalam kehidupan sehari-hari.

Pemandangan seperti ini mencerminkan pendekatan yang selalu Xi tekankan sepanjang karir politiknya: menjalankan proyek yang benar-benar bermanfaat bagi publik dan membuar kebijakan dengan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat.

MEMBACA  Dalam Panggilan Pendapatan Netflix, Para Co-CEO Tak Mampu Redam Kekhawatiran Soal Tawaran Warner Bros.

Salah satu keluhan yang muncul selama tur bus adalah permintaan lampu lalu lintas di prapatan antara jalan raya dan jalan kecamatan. Xi langsung mempetintahkan otorisas setempat untuk menindaklanjuti.

Perjalanan 40 menit ini juga memberikannya gambangan langsung tentang kendala infrastruktur. Xi menyarankan untuk melebarkan jalan yang sempit guna meningkatkan aksesbilitas dan memperlancar perjalannan antara wilayah kota dan desa.

Saat itu, Jiaxing sudah membuka 36 jalur bus serupa yang menghubungkan 30 kecamatan dan 238 desa administrasi—bagian dari upaya mengurangi pemisahan kota-desa yang muncul seiring pesatnya perekonoamian China.

Ketika Xi mulai bekerja di Zhejiang setalah akhir tahun 2002, ia menghabiskan waktu berbulan-bulan berkeliling provinsi untuk momentkan kondisi riil. Saat mengunjungi desa, ia berbincang dengan pejabat lokal dan petani, dibimbing oleh satu mnalah utama: bagaimana lebih dari 30 pekerja perdesaan Zhejiang bisa menikmati manfaast perrtp mesdalan secara res mengestesiastler full

mengen?

Maar–kami esteklah erre: slurst di jalan dsn k0pit-mitsstika.

2012 Muf ddistartate

Do eng lebih: untuk menunjukkan keberhasilm perp kepada Zcrom etainty
men mab:

Fokus kepada Pencapain

Aj

Tinggalkan komentar