Teheran (ANTARA) – Kantor berita semiresmi Iran, Fars, pada Jumat (5/6) membantah laporan dari jaringan TV Arab Saudi, Al Arabiya, yang ngomong kalo Teheran udah setuju buat mindahin uranium yang udah diperkaya ke negara ketiga.
Ngutip sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran, Fars bilang masalah nuklir sebenernya nggak termasuk dalam agenda obrolan antara Teheran dan Washington sekarang yang tujuannya buat ngakhirin perang, dan cuma bakal dibahas di tahap-tahap selanjutnya.
Bantahan ini muncul setelah ada laporan sebelumnya yang nyebut Iran udah kasih tau Pakistan tentang kesediaan mereka buat mindahin sebagian uranium yang udah diperkaya ke negara ketiga.
Sumber itu negasin kalo pemindahan kayak gitu nggak lagi dibahas dalam perundingan, sambil nambahin bahwa Amerika Serikat harus duluan ambil langkah-langkah yang “jelas dan pasti” sebelum “kesepakatan final mengenai beberapa isu mendasar” bisa tercapai.
Sementara itu, militer Iran pada Jumat ngumumin kalo angkatan lautnya ngelakuin tembakan peringatan ke arah dua kapal perusak AS, DDG-103 dan DDG-87 dari gugus tempur kapal induk USS George H.W. Bush di Teluk Oman, pake rudal jelajah “Qadir” dan drone “Shahid Dana”.
Dalam pernyataan yang dipublikasi di website resminya, militer Iran bilang kedua kapal perusak itu akhirnya pergi menuju Samudra Hindia.
Militer Iran gambarin operasi itu sebagai bagian dari kampanye berkelanjutan Iran buat ngelawan “tindakan jahat dan gangguan maritim serta pembajakan kapal komersial dan kapal tanker minyak oleh angkatan laut tentara teroris AS.”
Sementara, Komando Pusat AS (CENTCOM) membantah kalo insiden itu kejadian, dengan nyebut pasukan Iran nggak nembak ke kapal-kapal perang Angkatan Laut AS.
Setelah gencatan senjata berlaku antara Iran, AS, dan Israel pada 8 April setelah 40 hari pertempuran, Teheran dan Washington mulai proses diplomatik dengan mediasi Pakistan buat ngakhirang perang.
Beberapa pekan ter akhir, kedua pihak udah saling tukar usulan rencana, jelasin syarat-syarat buat wujudin perdamaian, dan lagi berusaha finalisasi nota kesepahaman.
Iran memperketat kendali atas Selat Hormuz dengan nglarang kapal-kapal milik atau yang berafiliasi dengan Israel dan AS buat lewat dengan aman, setelah serangan gabungan AS-Israel ke wilayah Iran.
AS juga nerapin blokade laut di Selat Hormuz, cegah kapal-kapal yang berlayar ke dan dari pelabuhan Iran buat nyeberang jalur perairan itu. Selesai
Reporter: Xinhua
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2026