Presiden Vladimir Putin bilang serangan rudal hipersonik Oreshnik Rusia ke Ukraina cuma uji coba, bukan pemakaian perang skala penuh. Foto/France24 Observers
MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan serangan mematikan rudal hipersonik Oreshnik ke Ukraina cuma sebagai percobaan atau tes. Menurut dia, pemakaian misil yang katanya gak bisa dicegat sistem pertahanan Barat itu belum dipake di skala tempur penuh.
Bicara di rapat sama kepala-kepala kantor berita internasional yang diadain TASS baru-baru ini, Putin bilang kalo rudal Oreshnik ditembakin ke Ukraina hanya buat liat kinerjanya.
Baca Juga: Rusia Akui Bom Ukraina dengan Rudal Hipersonik Oreshnik Berkekuatan Nuklir
Rusia pertama kali nembakin rudal balistik jarak menengah Oreshnik ke pabrik di Dnipro pas November 2024. Serangan kedua di Januari 2026, pas Oreshnik hantam wilayah Lviv, dan serangan ketiga anyar-anyar ini kena Bila Tserkva di Oblast Kyiv.
“Setakat ini, belum ada satu pun pemakaian tempur skala penuh dari sistem rudal Oreshnik di Ukraina,” kata Putin, nunjukin kalo serangan Oreshnik sebelumnnya itu dasarnya tes tembak atau percobaan, bukan pake ‘skala penuh’ atau ‘format penuh’.
“Kami nguji sistem mirip di lapangan tembak, tapi enggak Oreshnik. Dan ini bukan pemakaian tempur. Secara umum, kami efektif gak pake Oreshnik di wilayah Ukraina dalam artian sebenernya,” jelas Putin, dikutip dari EurAsian Times, Sabtu (6/6/2026).
Pemimpin Kremlin ini nandain kalo tujuan serangan Oreshnik itu buat kumpulin data soal performa rudal, selain ngancurin sasaran.
“Dan serangan terakhir, terus terang, saya bakal buka rahasia militer negara besar buat Anda—kami cuma nyerang di tempat yang gampang buat ngamatin akibatnya. Tujuannya biar liat gimana pecahan-pecahan itu berjatuhan. Setelah itu, drone kami mampir dan ngeliat posisi blok-blok terpisah. Kami hitung semua sampe milimeter. Ini penting biar kami bisa ambil keputusan di masa depan soal pake Oreshnik sepenuhnya ke target-target tertentu, termasuk di perkotaan yang padat penduduk,” tambah dia.