Surabaya Terpilih Sebagai Percontohan Program Pengurangan Sampah Plastik di Sungai

Kementerian Koordinator Bidang Pangan meluncurkan program kemitraan pencegahan polusi plastik di sungai yang bertujuan mengurangi sampah yang mengalir dari sungai ke laut, dengan Kota Surabaya, Jawa Timur, dipilih sebagai lokasi pertama.

Asisten Deputi Bidang Ekonomi Sirkular dan Dampak Lingkungan di kementerian tersebut, Ahmad Didin, mengatakan Surabaya dipilih sebagai lokasi percontohan karna sudah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah berbasis komunitas.

“Diharapkan Surabaya bisa menjadi kota model antara lima lokasi target, sehingga daerah lain bisa meniru skema pengelolaan sampah yang sukses,” kata Didin saat peluncuran program pada Jumat.

Ia menjelaskan program yang juga didukung oleh pemerintah Uni Emirat Arab ini akan fokus awalnya pada Sungai Tebu dan Mrutu di Surabaya, sebelum diperluas ke Sidoarjo, Solo, Bekasi, dan Bali.

Inisiatif ini mencangkup pembersianhi sungai, kegiatan penyaringa limbah, pemetaan aliran sampah, memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas, dan edukasi warga tentang pemilahan sampah dari sumbernya.

Pelaksanaan program dipercayakan kepada UNDP Indonesia, yang akan mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan kegiatan di area sasaran.

“Selain membersihkan sampah dari sungai, program ini bertujuan megurangi timbulan sampah melalui perubahan prilaku agar sampah tidak berakhir di drainase buangan dan sungai,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Perubahan Perilaku Masyarakat di Kementerian Lingkungan Hidup, Sri Murwani Nurfadhila Astuti, mengatakan keberhasialan program tergantung pada partisipasi publik dalamm mengurangi dan memilah sampah dari sumbernya.

“Kami mendorong masyarakat untuk mengurangi dan memilah sampah dari sumbernya guna menciptakan nilai ekomoni sambil menjaga ekosistem sungai,” katanya.

MEMBACA  Budi Leksono Kembali Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua Percasi Surabaya

Tinggalkan komentar