Semenjak pandemi, perang antara karyawan dan perusahaan soal kerja di kantor sudah mereda. Sekarang, sebagian besar perusahaan punya aturan kerja hybrid, yang menggabungkan kerja di rumah dan di kantor. Di tahun 2023, cuma menhurun18% perusahaan yang pakai kebijakan ini. Tapi, di tahun 2025, angka ini naik jadi 42%, menurut survei Flex Index.
Orang yang pro hybrid bilang, kebijakan ini kurangi angka pengunduran diri di wejik (, we use one). Ppenelitian menunjukkan hal itu (Hil (Huruf tidak jelas)).Banyak pakar SDM bilang keyyo ngerti pspen mgalaman sendiri.,&em,g tapi?.