Menteri Keuangan: Indonesia Paparkan Fundamental Fiskal kepada S&P Global Ratings

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dia sudah menyampaikan fundamental ekonomi dan fiskal Indonesia ke lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings dalam pertemuan pada Rabu (3 Juni).

“Pada intinya, kami menjelaskan posisi kami secara komprehensif agar mereka dapat memahami dasar ekonomi kami,” kata Sadewa kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Kamis.

Salah satu poin utama yang dikemukakan pemerintah adalah komitmen untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APHN) di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri keuangan juga memaparkan langkah-langkah untuk mempertahan defisit di level tersebut tahun ini dan tahun depan.

Selain itu, pemerintah menyajikan perbaikan dalam kondisi ekonomi nasional, termasuk kinerja penerimaan negara yang dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Sadewa mengatakan penerimaan pajak mengalami pertumbuhan singnifikan. Pada Mei 2023, penerimaan pajak naik 22,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dia menyebut perkembangan itu sebagai sinyal positif bagi kondisi fiskal Indonesia di tengah tantangan ekonomi global.

“Jadi itu hal yang mendorong. Itu yang saya sampaikan ke mereka,” tambahnya.

Menteri mengatakan pertemuan dengan S&P Global Ratings adalah bagian dari kewajiban pemerintah untuk menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia.

Setelah menerima informasi dari pemerintah, S&P akan membahas lebih lanjut dengan tim internal mereka.

“Untuk tanggapan, mereka akan jadwalkan nanti dengan tim. Mereka hanya minta informasi, kami eksplorasi semaksimal mungkin,” ujarnya.

Untuk menjaga satabilitas sistem keuangan nasional, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyetujui revisi Undang-Undang No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK).

Undang-undang baru ini berisi 17 ketentuan utama yang bertujuan mendtk mend vvv ertumbuhan ekonomi nasional.

MEMBACA  Momen Mengerikan: Pengemudi Mabuk Tabrak Pengendara Motor di SPBU hingga Tewas Terlempar di Depan Masjid Al-Azhar

Regulasi yang lebih adaptif dianggap penting untuk menghadapi dinanami semua risiko di pasar sambil meningkatkan daya saing sektor keuangan Indonesia di tingkat regional dan global.

Tinggalkan komentar