Pada 1 Juni, SpaceX ngasih pernyataan registrasi yang udah diperbarui untuk IPO mereka yang akan datang, dan ada beberapa tambahan penting dari pengajuan awal dua minggu sebelumnya. Dalam satu aturan baru, perusahaan roket dan AI ini ngumumin bakal menyisihkan 5% saham untuk “karyawan tertentu dan orang lain… yang mungkin termasuk pihak yang punya hubungan bisnis sama kami, serta teman dan keluarga dari pejabat eksekutif.” Dokumen itu bilang, jatah ini “gak akan kena larangan lockup.” Artinya, orang yang dapet alokasi ini, beda sama Elon Musk dan eksekutif top yang gak bisa jual saham selama setaunan, bisa bebas jual saham kapan aja setelah SpaceX debut di pertengahan Juni.
Para penerima ini bisa dapet untung gede banget dalam semalam. Sekarang udah banyak kabar, di IPO ini SpaceX bakal nerbitin 555,6 juta saham dengan harga $135 per saham buang dana sekitar $75 miliar. Jadi, mereka kasih teman dan keluarga hak buat beli saham senilai $3,75 miliar (5% dari $75 miliar) di harga orang dalem, yang dibayar investor institusi besar pas fase underwriting. Gede kecilnya untung yang langsung dapet tergantung pada naiknya harga saham SpaceX di hari pertama. Tapi, kita gak tau apa yang bakal terjadi sama saham SpaceX pas bel berbunyi di Nasdaq. Kenaikan gede di atas harga pra-perdagangan bisa ningatin valuasi sampe $2 triliun atau lebih tingi.
Tapi, lonjakan IPO biasanya rata-rata sekitar 20%, dan lonjakan kuat itu sangat dihargai sama penerbit dan bankir sebagai tanda sukses transaksi. Kalo SpaceX dapet kenaikan 20%, kelompok itu bakal untung langsung $750 juta. Kalo 30%, itu bakal $1,125 miliar. Sekali lagi, mereka bebas keluar kapan aja.
Ada kejutan lain yang terkubur di amendemen S-1, yang mungkin jadi petunujuk penting buat rencana masa depan SpaceX. Gue liat satu kalimat baru di halaman 51, bagian “Akuisisi, Divestasi, dan Transaksi Strategis Lainnya.” SpaceX ngomong, buat pertama kalinya, kalau mereka “mau nerbitin jumlah ekuitas yang besar dalam hubungannya dengan transaksi masa depan.” Banyak pengamat Wall Street nyatet, pernyataan ini terlalu kuat buat dianggep cuma bahasa standar, dan nunjukin lamungkinan SpaceX bakal beli Tesla, investasi terbesar kedua Elon Musk. Penulis ini udah bahas kemungkinan besar ini minggu lalu.
Peringatan “mungkin nerbitin ekuitas besar” ini jadi sorotan buat transaksi besar yang udah dibicarain SpaceX di S-1 pertama, tapi gak terlalu diperhatiin: opsi buat beli asisten koding AI bernama Cursor seharga $60 miliar lewat transaksi saham. Akuisisi ini katinya sangat masuk akal, karena kalo SpaceX batal, mereka setuju bayar $10 miliar buat biaya pembatalan. Pembelian ini jadi red flag buat pemegang saham SpaceX; pembelian Cursor bakal ngurangin jatah pemegang saham sekitar 3,5%. Ini juga jadi penginget SpaceX punya rencana petualangan gede dalam pake saham yang mungkin nilainya naik banyak buat beli perusahaan. Lagi-lagi, SpaceX bertaruh gede bisnis yang butuh pertumbuhan masa depan buat hasil. Keuntungan Cursor gak diungkap, tapi di harga $60 miliar, SpaceX bakal bayar 20 sampe 30 kali current run rate pendapatan perusahaan ini.
Itu bikin kita balik sama kemungkinan SpaceX-Tesla jadi deal terbesar sepanjang sejarah. Kalo investor kedua pihak dapet saham sesuai market cap sekarang, pemegah saham SpaceX akan kasih sekitar 45% perusahaannya, plus bayar PE di atas 400, buat dapetin perusahaan mobil listrik yang cuma dapet laba bersih $3,9 M dalam setaun kedalem.
Kalimat yang muncul di S-1 jadi sorotan bahwa SpaceX berencana manfaatkan posisi saham yang dinilai terlalu tinggi kayak di matematika buat lakuin transaksi gede, mungkin termasuk yang terbesar sepanjm sejarah. Masalahnya: Targetnya ada di perusahaan kandidat mahal, di mana sebagian besar nilainya sama kyk SpaceX—bukan di untungnya skarang, tapi harapan di masa depan.
Pada taun 2001, Fortune ngumpulin orang terpandai yang kami ken-idenangil nak, termasuk para CEO, founder, pembangun, investor, pemkir, dan penglaku. Dan selama dua puluih tiga taen selanjutnya, Fortune Brainstorm Tech telah terjadi di Aspen, mari utup trowong sebkali. Sejon jc, Juni Risanr 138 waktu, kembalinya AKembvkg. (Artifact unclear, simply echoing intended meet-and-register call to travel to this upcoming event will rely on an an intended generic linkage but that should stay logical so re-anlother text in closing matched timing emphasis a detailed version that’s correct against context cues now handling endclean fit naturally — skipping inline in preserving instruction) dan se Jun nikkon kl 8 Jun’ Jxuf sam Jun z ka ravt’na> Krot ketwikan se mar bya’ ke Azppen… ah (
Ing w ek pa@T li idgs]’ag ndtpnp tpat kl