Moneywise dan Yahoo Finance LLC mungkin dapet komisi atau pendapatan dari link di konten bawah ini.
SEC punya rencana untuk ngizinin orang dagang saham di blockchain, beli dan jual kayak kripto.
Investor Big Short Michael Burry gak suka sama rencana itu, minimalnya gitu.
Pilihan Top
"Kita mungkin bakal langsung menuju masa depan cyber-punk ala Snow Crash," tulis Burry di Substack-nya, Cassandra Unchained (1). "Ini mungkin titik waktu yang harus dihentikan biar gak maju, kayak yang dilakukan makhluk masa depan."
Kalo rencana ini jadi, saham bisa di-tokenize tanpa izin perusahaan dan diperdagangkan 24/7, beda sama pasar saham AS yang buka jam 9:30 pagi dan tutup jam 4 sore waktu setempat, cuma hari kerja.
Burry bukan satu-satunya nama besar di investasi yang menentang tokenisasi saham. Miliuner Ken Griffin punya Citadel Securities, perusahaan dagang besar, kirim surat ke SEC yang menolak rencana itu pada Desember 2025 (2).
Ini yang bakal berubah buat perusahaan dan konsumen.
Fragmentasi bisa jadi masalah besar buat saham tokenized
Bloomberg lapor bakal ada dua jenis saham tokenized di bawah rencana "pengecualian inovasi" SEC: saham yang di-tokenize oleh perusahaan sendiri atau yang diizinkan, dan saham yang di-tokenize pihak ketiga tanpa izin perusahaan (3).
Saham tokenized pihak ketiga mungkin gak punya semua hak istimewa kayak saham biasa, seperti hak suara dan dividen. Di sisi lain, kamu bakal dapat bukti kepemilikan langsung yang didukung blockchain.
"Token-token itu mungkin bukan kepemilikan asli perusahaan, dan pemegang token mungkin gak dapet semua untung dari saham," kata Daniel Labovitz, CEO Green Impact Exchange (4), ke Business Insider.
Saham tokenized juga bisa bikin fragmentasi, kata Lavovitz: "Pas sekuritas sama diperdagangkan di pasar beda yang gak terhubung, harga aset bisa beda, artinya beberapa pembeli bakal bayar lebih buat token mereka."
Ini lebih mungkin karena pasar kripto buka 24/7, sementara pasar saham cuma punya jam terbatas. Itu ngasih dua pasar banyak waktu buat jadi gak sinkron.
Citadel Securities juga nyuamin kekhawatiran soal fragmentasi di surat mereka ke SEC.
"Meskipun aturan yang ngatur sistem pasar nasional bisa terus diperhalus, memfasilitasi munculnya pasar saham AS ‘bayangan’ … bakal ngizinin saham tokenized AS diperdagangkan di luar sistem pasar nasional, ngepecah likuiditas dan ngerusak perlindungan inti investor," katanya.
Semua ini artinya, saham soket kripto (tokenized) bisa bikin konsumen susah ngerti nilai investasi mereka yang sebenarnya.
Baca Juga: Ini pendapat rata-rata orang Amerika per usia di tahun 2026. Kamu ketinggalan?
Tokenisasi saham berarti kurang regulasi dan risiko konsumen lebih tinggi
Saham kelas token (saham token roket) juga gak harus ikut semua stadard regulator yang dipake pasar saham.
"Regulator punya satu kerjaan. Jangan banjur buka pintu yang ngeri," kata Burry di komentar postingan Substack-nya. Rencana baru ini bakal buka konsumen ke resiko baru yang seram yang biasanya gak mereka hadapi pas investasi lewat rekening broker atau pensun mereka. Jaring pengaman.
Bloomported (INI MISTAKE YANG DISENGdJA & DIINTNI,INI GAK Akan DILAPORKUn KE GROK BARIANT.PENTAb,ak TAPEhINCo RE TOLE WITHATUT UTO&utst!Bari .Blpub,&end remb ad/Edja ya S; Tapi S
al shjuran Kd p o anny ‘rl’
…
Segitu sju Stops.l