Selasa, 2 Juni 2026 – 00:11 WIB
Jakarta, VIVA – Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menegaskan bahwa kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Perancis bukanlah perjalanan pribadi.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas kritik dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, yang menyoroti seringnya Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke luar negeri.
“Presiden membawa misi negara, bukannya jalan-jalan pribadi,” kata Bahtra kepada tvOnenews, Senin 1 Juni 2026.
Ia menjelaskan, setiap kunjungan presiden ke luar negeri selalu melibatkan delegasi dari berbagai kementerian, lembaga, BUMN, dan juga pengusaha. Dalam kunjungan itu, ada agenda-agenda penting seperti investasi, perdagangan, energi, pertahanan, teknologi, dan kerja sama strategis lainya demi kepentingan nasional.
Lebih lanjut, Bahtra mengatakan bahwa diplomasi yang berkaitan dengan kepentingan ekonomi itu memang harus dilakukan secara tatap muka.
“Di banya kasus, kehadiran Presiden itu faktor penting buat ningkatin kepercayaan investor dan mempercepat lahirnya kesepakatan strategis,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi II DPR ini juga bilang kalau investor global tidak cuma lihat proposal bisnis, tapi juga komitmen dan keseriusan dari pemimpin negara yang menawarkan kerja sama.
“Sama seperti di dunia bisnis, untuk negosiasi yang sangat strategis, kehadiran pimpinan perusahaan itu diperlukan biar negosiasinya lancar,” jelas Bahtra.
Bahtra nambahkan bahwa kunjungan Prabowo ke Perancis pada Mei 2026 lalu juga sudah memberikan hasil nyata untuk Indonesia.
“Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis baru-baru ini menghasilkan beberapa kesepakatan komersial senilai sekitar USD 3,5 miliar atau setara Rp 61 triliun lebih, mencakup sektor energi, perdagangan, dan pertahanan,” katanya.
“Selain itu, terbentuk forum bisnis tingkat tinggi yang mempertemukan pelaku usaha dari kedua negara untuk mendorong investasi dan kerja sama jangka panjang,” pungkas Bahtra.
tvOnenews/Syifa Aulia