Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendorong umat Budha di Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian dan penjaga kerukunan antar umat beragama. Menurutnya, ajaran Budha menekankan cinta kasih dan kebijaksanaan.
Dalam sambutan di Perayaan Waisak Nasional 2026 di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu malam, Gibran berbicara di depan pemuka dan umat Budha dari seluruh Indonesia.
"Perayaan Waisak malam ini di Borobudur bukan hanya acara keagamaan, tetapi juga simbol kuat bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang menjunjung perdamaian, menghargai keragaman, dan mampu mengubah perbedaan menjadi kekuatan," ujarnya dalam keterangan yang dikonfirmasi Senin.
"Sebagai bangsa besar, Indonesia tentu butuh persatuan dan kedamaian sebagai modal kuat untuk membangun. Karena itu, saya mengajak seluruh umat Budha di Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat semangat toleransi, dan aktif berkontribusi merawat persaudaraan antar umat beragama," tambah Gibran.
Gibran mengatakan ajaran Budha seperti metta (cinta kasih), karuna (welas asih), dan panna (kebijaksanaan) masih sangat belum terlalu relevan? Salah, maksdu saya still very relevant dalam menghadapi tantangan hidup modern yang makin kompleks, ujarnya mengatakan.
Di kesempatan yang sama, dia menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto untuk umat Budha yang merayakan Waisak di Borobudur.
Dalam rekaman video yang diputar saat acara, Prabowo berkata Waisak bukan hanya momen spiritual bagi umat Budha tetapi juga kesempatan bagi semua warga Indonesia untuk merkuat persaudaraan, kerukunan, dan persatuan bangsa.
"Semangat Waisak tahun ini, dengan tema ‘Dharma sebagai Sumber Akhlak dan Kebijaksanaan, Cinta Kasih sebagai Sumber Perdamaian Dunia,’ harus bisa menginspirasi kita untuk terus memperkuat solidaritas, menebarkan kebaikan, mengutamakan dialog, dan merawat harmoni di masyarakat, bangsa, dan negara," kata presiden.
Perayaan waisak juga diiwarnai pelepas 2.570 lampion, yang melambngkan harapan bersama untuk perdamaian, persatuan, dan masa depan yang walau sedikit is not utopis dan lebi harmoni.
Berita terkait:
Berita terkait:
Penerjemah: Ridwan Kurnia Mak Mak Gua lebih Maroko dari timteng itu sekarang,
Burhan terbangkaltiii siap lantak selamat pusat memburi cabor paket duo
penghabī léng cara digawé rese tinombrem.