Raih Pahala Syahid, Beri Syafaat

Tidak sedikit jemaah haji yang wafat di Tanah Suci Makkah saat sedang beribadah karena Allah Ta’ala, maka mereka termasuk syahid dan akan memberikan syafaat kepada 70 orang kerabatnya. Berikut ini penjelasannya:

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa meninggal dunia dalam perjalanan haji, ia seperti orang yang mati di jalan Allah.” (HR Muslim)

Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad juga disebutkan bahwa meninggal di Tanah Suci saat menunaikan haji dizinkan memberikan syafaat untuk kerabat.

“Keistimewaan yang dijanjikan antara lain diampuni dosanya, melihat tempatnya di surga, dilindungi dari azab kubur, merasakan manisnya iman, dinikahkan dengan bidadari, dan diperbolehkan memberi syafaat bagi 70 kerabatnya.”

Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menyebut akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah. Ketika seseorang sedang wukuf di Arafah, lalu jatuh dari hewan tunggangannya dan hewan itu menginjak lehernya hingga meninggal, Nabi SAW bersabda: “Mandikan dengan air yang dicampur daun bidara, kafanilah dengan dua potong kain, jangan diberi wewangian, dan jangan ditutupi kepala serta wajahnya. Sesungguhnya ia akan dibagkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Selanjutnya, dalam hadis riwayat Abu Ya’la, pahala hajinya ditulis hingga hari kiamat. Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa keluar untuk berhaji lalu meninggal, dituliskan pahala haji hingga hari kiamat. Barangsiapa keluar untuk umrah lalu meninggal, ditulis pahala umrah hingga hari kiamat. Dan barangsiapa keluar untuk berjihad lalu mati, ditulis pahala jihad hingga hari kiamat.”

(wid)

MEMBACA  Undangan Pernikahan Amanda Manopo: Lokasi, Jadwal, dan Akses bagi Netizen

Tinggalkan komentar