Pusat data bisa menentukan pemenang perang berikutnya, dan kekurangan daya komputasi akan menjadi ‘bencana’

Amerika protes terhadap pusat data AI dan pembangkit listrik yang menyup lainya, menurut pensiunan Letnan Udara David Deptula ini penting buat keamanan nasional.
Deptula bilang di op-ed Washington Post, infra data bakal jdi kunci buat hubungin senjata Pentagon kayak rudal jarak jauh, pesawat tempur, sistem luar angkasa, pertahanan misil, sama drone.

“Data bukan cuma alat bisnis lagi. Ini aset strategis,” tulis Deptula. “Hampir semua fungsi militer butuh kemampuan nyimpen, mindahin, olah, amanin, dan pakai data jumlah besar dengan kecepetan tinggi.”

Buktinya, perang di Iran nunjukin kemampuan AI analisis data dari berbagai sumber dan kasih info target dengan cepet. Dibantu Palantir, AS sama Israel hancurkan ribuan target di hari awal konflik.

Masalah antara Pentagon dan Anthropic soal aturan pake platform mereka jga nunjukin betapa pentagon andelin AI. “Gue mikir, gimana kalo software ini mati, atau sistem keamanan nolak perintah, dan pasukan kita jadi resiko?” kata Emil Michael dalam podcast All-In.

Deptula jga bilang Ukraina pake drone dengan teknologi otonom sebagai contoh masa depan perang dengan AI. Serangan Iran ke pusat data Amazon di Timur Tengah juga bukti infra data itu soal kekuatan negara.

“Kalo kapasitas data kekurangan, bsa fatal,” terang Deptula . “Menang di perang masa depan tergantung siapa lebih cepet ngerasain, mutusin, dan bertindak. Butuh data intelijen, siber, logistik, dan operasi jumlah besar, plus kecanggihan melatih AI.”

Tapi warga amerikk kurang setuju. Mereka nolak pembangunan pusdat hingga jdi masalah politik. tagihan listrik naik yang ditudk jadi akibat kebutuhan AI,jga memicu pemberontakan.

Di sisi lain, presiden Donand Trump sering bilang mulai tarif sampe ballroom gedung putih is all about keamanab nasional jg , jadi klaim soal keras pusing dat center bla tambah pemohon lab teknik berat

MEMBACA  Banijay dan All3Media Menggabungkan Bisnis Hiburan

Untuk saatikni . Kompi ingek
Ke su perlaj China baket

Tinggalkan komentar