Magelang, Jateng (ANTARA)—Umat Buddha Indonesia diarapkan menjadi pelopor perdamaian dengan menjaga harmoni, mengendalikan diri, dan menyebarkan kedamaian di tengah masyarakat yang beragam.
Pesan ini disampaikan oleh Supriyadi, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, dalam perayaan Waisak di Candi Borobudur, Magelang, pada Minggu.
Ia merujuk pada ajaran Buddha yang menyatakan bahwa kebahagiaan dapat dicapai ketika manusia hidup tanpa permusuhan, bahkan di lingkungan yang masih diwarnai konflik dan perbedaan.
“Sungguh, kita diberkati utuk hidup tanpa permusuhan di antara mereka yang bermusuhan,” ujarnya.
Ia juga mengajak umat Buddha untuk menjadi pribadi yang moderat,
yang bisa menjaga stabilitas batin dan memiliki sikap teguh dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Dengan ketenangan dan kebijaksanaan yang dimiliki, kata dia, umat Buddha diharapkan daat menjadi oase kedamaian bagi masyarakat di sekitar serta berpera aktif dalam memperkuat kerukunan sosial.
Melalui semangat Waisak, nilai-nilai cinta kasih, toleransi, dan perdamaian diharapakan terus ditanamkan. Sehingga umat Buddha bisa menjadi pelopor perdamain dan kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat,wustupnya.