Saat Barcelona Mengubur PSG dalam Keajaiban: La Remontada

Senin, 1 Juni 2026 – 02:10 WIB

VIVA – Lewat Kisah Legendaris, VIVA mengajak kamu bernostalgia dengan cerita-cerita abadi dari dunia olahraga. Mulai dari rivalitas panas, perjuangan atlet, hinga momen menarik yang mengubah sejarah.

Kisah Legendaris: Final Wimbledon Terhebat Sepanjang Masa, Saat Rafael Nadal Akhiri Kejayaan Roger Federer

Dalam sepak bola, nggak ada yang benar-benar mustahil. Kalimat itu mungkin kedengerannya klise, tapi apa yang dilakukan Barcelona pada 8 Maret 2017 jadi bukti nyata kalo keajaiban bisa terjadi di atas lapangan hijau.

Malam itu, Stadion Camp Nou jadi saksi salah satu comeback terbesar dalam sejarah sepak bola. Barcelona yang hampir tersingkir dari Liga Champions, secara luar biasa mampu membalikkan keadaan dan menyingkirkan Paris Saint-Germain (PSG) lewat kemenangan dramatis 6-1.

Terpopuler: Arne Slot Gabung AC Milan, Ada yang Aneh di Final Liga Champions PSG Vs Arsenal

Pertandingan itu kemudian dikenal sebagai La Remontada, yang dalam bahasa Spanyol artinya "kebangkitan" atau "comeback".

Semuanya bermula dari mimpi buruk Barcelona di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Tandang ke Paris, tim asuhan Luis Enrique dihajar PSG dengan skor telak 0-4.

Luis Enrique Bikin Harapan Liverpool Pupus, Selebrasinya Jadi Sorotan

Hasil itu menutup peluang Lionel Messi dkk. Dalam sejarah Liga Champions, belum pernah ada tim yang bisa membalikkan defisit empat gol di fase gugur. Banyak yang berpikir perjalanan Barcelona sudah berakhir.

Namun, suasana berbeda terasa saat leg kedua di Camp Nou. Sebelum pertandingan, spanduk raksasa terbentang di tribun dengan tulisan "Tots amb l’Equip", yang berarti "Semua Bersama Tim".

Pesan itu jadi simbol keyakinan kalo keajaiban masih mungkin terjadi. Barcelona langsung tampil agresif sejak menit awal. Luis Suarez buka harapan lewat gol cepat, sebelum gol bunuh diri Layvin Kurzawa dan penalti Lionel Messi bikin Barcelona unggul 3-0.

MEMBACA  Kementerian Bersinergi Tingkatkan Program Zakat Desa

Namun harapan itu kembali runtuh saat Edinson Cavani mencetak gol untuk PSG di menit ke-62. Gol tersebut bikin agregat jadi 5-3 untuk PSG. Barcelona sekarang butuh tiga gol tambahan dalam waktu kurang dari 30 menit.

Sebagian penonton mulai ninggalin stadion. Banyak yang nganggap perjuangan Barcelona udah habis. Tapi mereka yang bertahan justru jadi saksi sejarah.

Memasuki menit ke-88, Neymar nyetak gol lewat tendangan bebas, bikin skor jadi 4-1. Beberapa menit kemudian, bintang Brasil itu kembali mencatatkan namanya dari titik penalti.

Halaman Selanjutnya
Barcelona sekarang unggul 5-1, tapi masih butuh satu gol lagi buat lolos. Detik demi detik berasa lama banget. Akhirnya, di menit ke-95, momen yang mengubah sejarah itu pun datang.

Tinggalkan komentar