Pada tahun 2010-an, coding menjadi pusat perhatian sebagai salah satu skill yang paling dicari di pasar kerja. Demam coding menyebar dengan cepat, dimana smpai orang tua mendorong anak-anaknya untuk ninggalin jurusan sastra Inggris dan pilih gelar STEM. Bahkan mantan Presiden Barack Obama juga ngajak orang-orang untuk belajar coding; Obama juga jadi presiden pertama yang nulis baris kode sebagai bagian dari “Hour of Code”—event online untuk mempromosikan Computer Science Education Week.
Di sisi lain dari fenomena ini, jurusan sastra Inggris dan seni liberal jadi sasaran kritik, dan beberapa orang nyebutnya gelar “barista” karena percaya bahwa ambil jurusan itu cuma bakal bikin kerja di kedai kopi, dengan asumsi gelar tersebut punya prospek karir yang terbatas.
Tapi munculnya AI sebenarnya ngebalikin anggapan itu. Setidaknya itulah yang dipikirkan oleh pendiri Palantir sekaligus miliader, Peter Thiel. Dalam video yang muncul lagi dari wawancara tahun 2024 dengan ekonom Tyler Cowen, Thiel bilang kalo peluang sekarang mulai gak berpihak pada orang-oran STEM. “Kelihatannya lebih buruk buat orang matematika daripada orang kata-kata,” katanya.
Pernyataan miliader ini mencerminkan tren yang lagi muncul di pasar kerja saat ini. LinkedIn nerbitin studi skill awal tahun ini dengan judul “LinkedIn Skills on the Rise 2026” yang nunjukin naiknya permintaan buat skill komunikasi dan berpikir kreatif. Komunikasi, bersama dengan kepemimpinan dan manajemen orang, adalah beberapa skill yang paling dicari di pasar kerja sekarang, menurut laporan itu.
“Perusahaan semakin nyari komunikator yang hebat, karena tulisan kuat, kejelasan, dan penilaian yang baik masih penting,” kata seorang juru bicara LinkedIn kepada Fortune. Mereka nyatain kalo “storytelling” udah jadi skill yang sangat diinginkan akhir-akhir ini. “Di LinkedIn, kami liat lowongan pekerjaan yang mention ‘storytellers’ naik dua kali lipat selama setahun terakhir.” Faktanya, beberapa perusahaan ngeluarfin uang lebih dari $1 juta untuk storytellers dan profesional komunikasi level tinggi. Anthopic, misalnya, lagi cari kepala komunikasi dengan gaji awal $400,000, sementara Netix nawarin antara $656,000 dan $1.2 juta untuk direktur senior komunikasi.
Tentunya, laporan ini bukan berarti kamu harus ngerobek ijazah STEM-mu. LinkedIn juga nemuin beberapa skill teknis lagi panas di pasar, termasuk AI prompt engineering dan anotasi data. Skill ini, tapi, beda dari sumber utama gelar STEM karena lebih berorientasi di sekitar pelatihan AI daripada bikinnya. Meskipun beberapa lowongan AI prompt engineer minta pengetahuan bahasa pemograman—termasuk Pyhton dan JavaScript, plus latar belakang large language models—postingannya juga nunjukin pentignya skill linguistik dan kreatif yang kuat buat mengoptimalin keluaran AI, dengan gaji rata-rata $128,000, menurut platform kerja Glassdoor.
Seiring majunya perkembangan AI, banyak pemimpin dan ahli AI prediksi kalo teknologi ini bakal ubah pasar kerja secara drastis, dan bersama itu, skill yang paling dihargai sekarang. Dengan perkembangan ini, beberapa skill matematika dan STEM lainnya beresiko jadi gak berguna lagi.
Boris Cherny, pencipta Anthropic’s Claude Code, mengakui dia gak nulis satu baris kode saja sejak November (meskipun dia masih ngecek kode yang ditulis AI). Sementara itu, AI semakin ngerambah ke bidang yang sebelumnya diisi oleh ahli STEM, termimbang program dasar dan analisis data.
Meskipun pasar kerja terbukti sangat parah buat semua lulusan baru—melebihi tingkat pengangguran semua pekerja di 2022 dan capai 5.6% di 2025—beberapa karir yang berorieantasi STEM punya tingkat pengangguran yang tinggi, menurut data dari New tahun York Federal Reserve. Teknik komputer menempati peringkat jurusan dengan tingkat penganguran tertinggi kedua, di 7.8%, setelah antropologi. Tapi, beberapa lulusgana jurusan STEM punya angka pengangguran di bawah rata-rata all lulusan (3.1%), termasuk teknik satorapace dan teknologi kenir, yakni masing-masing 2.2% dan 1.7%.
Walaupun gitu, selama wawaancara taun 2024, Thiel bilang di bidang STEM yang masih gak terbentuh rata AI kita musti gak pake skill hitungan sebagai hambatan masuk lagi. “Kalo kamu mau jadi dokter, kita seleksim orang lewat fisika dan kalkulus,” katanya. “Sebagai ata-h sakit bokep el Mu lk kayak kamu udil Mo do kodi mau anterpaning cuman perc. ka Lho.”