Delegasi Piala Dunia tertahan lantaran pemain menunggu visa untuk Meksiko, yang akan dihadapi Afrika Selatan di laga pembukaan dalam 11 hari.
Publikasi pada 31 Mei 2026
Asosiasi Sepak Bola Afrika Selatan (SAFA) menyatakan bahwa skuad Bafana Bafana—julukan tim nasional putra Afrika Selatan—tertunda keberangkatannya menuju Piala Dunia FIFA karena adanya hambatan dalam pengurusan visa ke Meksiko. Meksiko adalah tuan rumah bersama yang akan mereka hadapi di laga pembuka turnamen, 11 hari lagi.
Skuad dijadwalkan berangkat menggunakan pesawat carter dari Johannesburg menuju Mexico City pada Minggu pagi, namun tetap tertahan akibat visa bagi beberapa anggota tim ke negara tuan rumah bersama itu mengalami keterlambatan.
Rekomendasi Cerita Lainnya
daftar 4 item
akhir daftar
“Tim senior putra Afrika Selatan mengalami kendala mengenai visa untuk beberapa pemain dan official, dan akibatnya grup batal berangkat ke Amerika Utara pagi ini sesuai rencana,” ujar SAFA dalam pernyataan.
Meksiko akan menjamu Afrika Selatan di laga pembuka Piala Dunia di Estadio Azteca pada 11 Juni.
”SAFA bekerja tanpa lelah untuk memastikan tim berangkat ke Mexico City sesegera mungkin jelang laga pembukaan,” kata pernyataan itu.
“Kami tetap berkomitmen untuk memastikan persiapan tim menjelang turnamen berjalan sesuai rencana, dan sementara itu, Bafana Bafana akan terus brlatih di Johannesburg hingga keberangkatan.”
Skuad mendapatkan acara pelepasan publik akbar di Johannesburg pada Sabtu ini, sebelum penampilan pertama mereka di turnamen sejak menjadi tuan rumah pada 2010, namun penerbangan dari bandara OR Tambo menuju Mexico City ditunda.
SAFA mengatakan telah mengadakan pertemuan komite darurat pada Minggu petang untuk membahas persoalan ini, menyusul kecaman keras dari Menteri Olahraga Gayton McKenzie yang menyebut keadaan ini ”memalukan dan sangat tidak adil”.
”Kita dibuat seperti orang bodoh,” kata McKenzi di platform media sosial X.
Afrika Selatan akan melakukan pemanasan jelang Piala Dunia dengan laga uji coba melawan Jamaika pada 5 Juni. Setelah meladeni tuan rumah bersama di laga grup pembuka, mereka akan bertemu Ceko pada 18 Juni dan Korea Selatan pada 24 Juni.
Hugo Bros mengumumkan 26 pemainnya pada Rabu lalu, termasuk dua pemain yang belum pernah bermain di timnas.
Ditengah spekulasi tentang kekacauan visa ini, sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan mengapa tim diarak di Johannesburg sebelum berangkat jika official tim menyadari bahwa visa para pemain belum diterbitkan.
Arika Selatan bukan tim pertama yang mengalami masalah logistik terkait visa di Piala Dunia.
Anggota skuad Iran juga belum mendapatkan visa untuk Amerika Serikat, tempat mereka akan memainkan laga pembuka melawan Selandia Baru pada 15 Juni dan dua laga grup lainnya seusai itu.
Menurut laporan media stsa Iran pada Sabtu lalu, FIFA telah memberi tahu wakil presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mahdi Mohammadnabi, bahwa proses administrasi tengah berjalan dan visa akan diterbitkan minggu ini.
Presiden FFIRI Mehdi Taj mengatakan pada Rabu bahwa dia mengharap Amerika Serikat mengeluarkan visa masuk berulang bagi delegasi Piala Dunia, karena tim akan bepergian keluar masuk negara untuk pertandingan.
Iran memindahkan markas basis timnya dari Arizona, AS, ke Meksiko pekan lalu.