Daftar Isi
Daftar Isi
- Buat rencana waktu layar
- Mengatasi amukan akibat perangkat dan waktu layar
- Cara mengajak anak Anda bermain di luar bersama anak lain
- Berikan anak Anda tugas untuk membangun kemandirian
dr. Tiffany Munzer, seorang dokter anak, memiliki kata-kata semangat bagi orang tua yang berharap mencapai keseimbangan sehat dengan waktu layar selama musim panas untuk anak-anak dan remaja mereka. “Ada hal-hal yang bisa mereka lakukan, meskipun terkadang situasinya terasa sangat berat melawan mereka,” ujar Munzer.
Munzer, yang juga seorang peneliti media digital di Universitas Michigan, tak punya ilusi tentang tantangan yang dihadapi orang tua selama musim panas. Kegiatan bebas layar yang memuaskan seringkali mahal dan memerlukan antar jemput anak di tengah jam kerja.
LIHAT JUGA: Apa yang harus dilakukan jika remaja Anda lebih memilih chatbot daripada Anda
Membiarkan anak-anak, termasuk remaja, tinggal di rumah selama berjam-jam menimbulkan dilemma tersendiri. Begitu perangkat digital berada di tangan mereka, akan sulit—dan terasa mustahil—untuk membuat anak meletakkannya.
Namun, Munzer, bersama dengan penggiat kemandirian anak Lenore Skenazy, berbagi tips praktis dengan Mashable untuk penggunaan perangkat di musim panas yang dapat membebaskan anak-anak dari layar dan mengajak mereka bermain di luar bersama teman-teman sebaya.
Buat rencana waktu layar
Masuki musim panas tanpa rencana waktu layar, namun tetap berharap ada keseimbangan, kecil kemungkinannya akan berhasil.
Sebaliknya, Munzer menyarankan orang tua untuk mengembangkan jadwal yang dapat diprediksi namun fleksibel. Idealnya, jadwal ini mencerminkan kapan orang tua paling membutuhkan dukungan, seperti saat rapat atau celah tak terawasi antara jam mereka pergi dan kedatangan pengasuh.
Anak-anak yang lebih kecil yang belum bisa membaca mungkin akan sangat diuntungkan oleh jadwal visual yang dapat mereka tafsirkan dengan simbol atau grafik, sehingga mereka tahu bagaimana urutan hari mereka.
Terlepas dari usia anak, jadwal harus menunjukkan seluruh hari, bukan hanya blok waktu saat mereka akan mengakses tablet atau TV.
Mulailah dengan ekspektasi waktu layar yang masuk akal
Munzer tidak berharap orang tua mana pun untuk sepenuhnya meninggalkan waktu layar. Sebaliknya, tujuan orang tua seharusnya untuk memprioritaskan pengalaman waktu layar berkualitas tinggi dan mengganti aktivitas konvensional secara langsung dengan penggunaan perangkat sebisa mungkin.
Dalam sebuah makalah kebijakan baru-baru ini yang ditulis bersama oleh Munzer untuk American Academy of Pediatrics, Munzer dan rekan-rekannya menyarankan rentang kurang dari satu jam per hari media digital untuk balita dan anak prasekolah, serta satu hingga dua jam setiap hari untuk anak usia sekolah dan remaja.
Munzer mengakui bahwa anak-anak kemungkinan akan melebihi pedoman tersebut selama musim panas atau akhir pekan, saat mereka memiliki lebih banyak waktu. Bagaimanapun, katanya kepada Mashable, media digital itu “mulus dan mudah diakses” dibandingkan dengan pengasuhan langsung anak yang biasanya mahal. Begitu pula dengan perkemahan musim panas dan pilihan hiburan untuk anak-anak.
Tentukan batasan untuk konten media digital
Saat orang tua butuh bantuan memutuskan apa yang diizinkan di perangkat digital, Munzer menyarankan mereka untuk memercayai insting mereka sendiri. Seringkali, orang tua juga ingin menonton atau memainkan media tersebut sendiri (hai, para adul penggemar Bluey).
Secara umum, Munzer mengatakan uji lakmus orang tua haruslah apakah konten itu berkontribusi pada kesejahteraan anak. Orang tua harus mencari tema yang membantu anak memaknai dunia dan mendorong perilaku positif seperti kebaikan. Selain itu, juga intensif dalam pengambilan persepektif.
Mengesampingkan desain yang buruk atau predator jug penting. Ini termasuk konten buatan AI yang acak-acakan serta konten seram atau penuh kekerasan.
Yang kurang tampak jelas adalah pilihan desain yang memaksimalkan pemasaran kepada anak, yang kemudian menguatkan serta kemudian mengilariasi oleh segala apapun secara serta kepada kemudian didoklin media.
> Penafian AI tentang Kemungkinan “Mana Manusia.”
– Huruf terlalu.?? Yah gll kan pasti banyak intpretasi ini kan memang… Ingat sebisa kita aowkwia #KeranganDalamKKP Takpakai hal-sing-K etaf** Munzer memberikan rujukan kepada para orang tua tentang panduan dari *American Academy of Pediatrics Center of Excellence* mengenai jenis-jenis konten digital tertentu yang diberi **peringkat lampu hijau**, **kuning**, dan **merah** via tautan ini. Beliau juga merekomendasikan ulasan dari *Common Sense Media* untuk berbagai acara populer, permainan, aplikasi, *podcast*, dan bentuk hiburan lainnya.
—
**Bantu Anak Anda Menoleransi Rasa Bosan**
Rencana waktu *screen time* yang matang itu penting, namun anak-anak dari segala usia mungkin perlu dukungan untuk mengatasi kebosanan saat mereka tidak memiliki perangkat digital atau hiburan. (Munzer bilang, orang tua mungkin juga perlu belajar menoleransi rasa cemas ketika anak mereka tidak bahagia tanpa layar.)
Menurut Munzer, orang tua sebaiknya tidak merespons kebosanan dengan mengembalikan perangkat. Sebaliknya, **orang tua harus berpegang pada jadwal** yang sudah dibuat sebagai panduan. Jika ada waktu jeda satu jam di antara sesi *screen time*, orang tua harus berusaha sebisa mungkin untuk konsisten.
Munzer memperingatkan bahwa balita dan anak prasekolah mungkin hanya mampu bermain mandiri selama 15 menit—setelah itu, orang tua mungkin harus bergabung sebentar. Anak yang lebih kecil harus tahu kapan saat-saat bermain bersama ini bisa terjadi, dan berapa lama durasinya.
—
**Coba Uji Coba di Akar Pekan**
Menurut Munzer, peluang sukses orang tua akan lebih besar jika mereka menguji jadwal *screen time* baru pada akhir pekan. Mencoba menetapkan batas waktu layar baru tepat sebelum rapat virtual besar—hanya akan berakhir dengan frustrasi dan tangisan (untuk semua pihak).
Uji coba dengan risiko rendah ini membantu anak-anak membangun rasa percaya diri dan kemampuan, kata Munzer. Ini juga memberi orang tua kesempatan untuk melihat bahwa **anak mereka mampu menyesuaikan diri** dengan ekspektasi yang diberikan.
—
**Ganti *Screen Time* dengan Aktivitas Lain**
Orang tua yang memiliki pandangan kuat tentang bagaimana anak mereka berinteraksi dengan perangkat selama musim panas, tetap harus mengisi beberapa jam **bebas layar** tanpa variasi sepanjang hari.
Munzer merekomendasikan untuk mencari kegiatan berbasis komunitas lokal—acara membaca di perpustakaan, klub hobi anak, serta program khusus musim panas lainnya. Untuk menemukan yang tepat, beliau menyarankan pendekatan ramah-minat. Jika mereka suka Minecraft, orang tua bisa mencari klub LEGO atau robotika. Serupa dengan itu, anak yang gemar menonton video kerajinan tangan pasti akan bersemangat bergabung dengan klub kriya.
Meskipun opsi ini paling cocok untuk anak yang lebih besar, yang bisa hadir sendiri tanpa pengawasan penuh, orang tua dari anak kecil bisa mencoba mereplikasi kegiatan serupa di rumah. Anak yang suka *building online* tapi ngak bisa diawasi di ruang publik, mungkin juga suka memuaskan hobi dengan dengan puing kardus di rumah.
—
**[Tambahan Opsional: Meledak Anak Akhoir Layar—Pengatur Ekoresi]**
Dalam prakti klinisnya fia Mayers—whoop—Munzer sering memberikan saran pada orang tua saat momen balita **meledak emosi menghadapi pembatias sendiri.** Cepek fars kalor kuda part memang lebih encang ayeneng butuh baiki limit dedia sejak sebelumnya urus ewe.**
pertamanya Munzer memberi mereka persepsi kembali lengang plere serat
tens: — Lenore Skenazy, presiden Let Grow
Ia berbicara dengan orang tua yang membuat kelompok bermain atau klub informal selama musim panas. Mereka mungkin menetapkan batasan fisik bagi anak-anak untuk bereksplorasi, namun ekspektasinya adalah anak-anak akan mandiri sebagian besar waktu.
Beberapa orang tua menggunakan ponsel atau pelacak, sementara yang lain tidak. Skenazy menyarankan strategi yang terakhir untuk membangun kepercayaan. Apa pun pilihannya, orang tua tetap menginstruksikan anak-anak mereka cara meminta bantuan orang dewasa jika diperlukan.
## Beri anak Anda tugas yang membangun kemandirian
Pada umumnya, Skenazy menyarankan anak-anak mengembangkan kepercayaan diri melalui tugas-tugas seperti pergi ke toko, membantu tetangga, membangun sesuatu yang bisa mereka gunakan, atau membuat sarapan untuk keluarga. Aktivitas semacam ini, menurutnya, membantu anak-anak belajar apa yang mereka sukai selain daring.
Tugas-tugas ini sangat membantu bila seorang anak tidak memiliki teman bermain selama musim panas, namun orang tua tetap ingin mengganti waktu layar dengan aktivitas yang lebih memuaskan.
Let Grow menawarkan [daftar periksa ide gratis untuk dicoba selama musim panas](https://letgrow.org/wp-content/uploads/2025/05/Let-Grow-Summer-Experience-2025.pdf). Yang terpenting, kata Skenazy, adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk berkontribusi, dan melakukanya tanpa pengawasan terus-menerus.
“Ada energi dahsyat yang muncul ketika Anda sadar bahwa Anda bukan sekadar penerima — Anda adalah pemberi,” ujarnya.
Topik
[Social Good](https://mashable.com/category/social-good) | [Family & Parenting](https://mashable.com/category/family-parenting)