Makna Terjal Balik ‘Backrooms’ Terungkap: Sesungguhnya Apa Dunia di Balik Pintu?

Lemari gelap dan loteng sumpek memang seram, tapi begitu loe nonton Backrooms, pasti sadar kalau ruangan kantor yang luasnya nggak masuk akal juga bisa bikin merinding.

Film arahan Kane Parsons ini—yang diadaptasi dari serial YouTube pendeknya yang terinspirasi 4chan creepypasta—ngajakin lo menyelami dunia mimpi buruk yang mempermainkan konsep ruang liminal. Tapi, sebenernya apa sih ruang liminal yang ditemui para tokoh itu? Datangnya dari mana? Apa, kalau emang ada, yang dimaui? Ini dia kupasan akhir cerita Backrooms, lengkap sama beberapa teorinya.

JUGA SIMAK:
Film horor terbaik 2025 dan tempat nontonnya

Tentang Apa Sih Backrooms?

Clark (Chiwetel Ejiofor)—arstitek gagal yang jadi pemilik toko mebel—nyoba ngatur masalah minumnya dan memproses perpisahan barunya lewat sesi terapi sama Mary (Renate Reinsve). Akibat perpisahan itu, dia tidur di lantai tokonya.

Clark cepet curiga lampu toko sering kedap-kedip. Suatu malem, pas lagi ngecek ke bawah, ia lihat secercah cahaya tipis kayak tembus dari balik tembok. Ternyata itu pintu ke dimensi lain—Backrooms (dengan judul sih lenih luas seperti di terkesiap lokasi gung kamar tawes: banyak benge lapkam sebijak). Disturbing banget konsepnya,

C1 speaker notes: Bold digunakan untuk fokus istilah, [hanya dalam contoh ini] margin for user.

MEMBACA  iPhone 16 vs. iPhone 15: Apa yang perlu dipertimbangkan jika Anda ingin upgrade ke model dasar Apple

Tinggalkan komentar