BMKG Peringatkan Gelombang Laut Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia Hingga 2 Juni

BMKG minta masyarakat tetap waspada, terutama nelayan yang beraktivitas di laut.

Jakarta (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan potensi gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter di sejumlah perairan Indonesia. Hal ini bisa membahayakan keselamatan pelayaran.

Dalam pernyataannya pada hari Sabtu, Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, mengatakan bahwa operator angkutan laut, nahkoda kapal, dan nelayan tradisional harus memperhatikan betul batas aman kapal mereka selama periode 30 Mei hingga 2 Juni.

“Potensi gelombang tinggi di area-area ini akan sangat memengaruhi keselamtan pelayaran. Jadi kami menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya nelayan yang bekerja di laut,” kata Eko.

Ia menambahkan, kapal nelayan bisa berada dalam situasi berbahaya jika beroperasi saat angin di atas 15 knot (knot adalah satuan kecepatan kapal) dan gelombang lebih dari 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang punya resiko yang lebih tinggi pada kondisi angin lebih dari 16 knot dan gelombang melebihi 1,5 meter.

Kondisi aman untuk kapal feri memerlukan perkiraan kecepatan angin tidak lebih dari 21 knot dan ketinggian ombak di bawah 2,5 meter. Kapal Besar seperti kapal barang maupun kapal pesiar sebaiknya ekstra hati-hati bila ada angin kencang diatas 27 knot dengan gelombang melebihi 4 meter.

Eko menyebut Laut Natuna Utara, Selat Malaka bagian utara, serta Samudra Hindia barat Aceh termasuk sebagai area paling berisiko. Wilayah tersebut diprediksi akan mengalami tinggi ombak antara 2,5 sampai 4 meter bahkan karena kekuatan angina bisa mencapai 25 knot.

Gelombang dengan kategori sedang atau sekitar 1,25 hingga 2,5 meter juga di prakirakan akan terjadi. Area amatan mulai dari Samudra Hindia di selatan Jawa yang memanjang sampai Nusa tenggara Timur, kemudian melalui Selat Makassar himgga Laut Sulawesi, Laut Banda, serta Laut Arafura di kemudian hari.

MEMBACA  Iluni UI Membagikan 3.549 Paket Ramadan kepada Penduduk Sekitar dan Karyawan

Tinggalkan komentar