Situasi ekonomi Malta diprediksi bakal mendominasi pemilu tahun ini, dengan kenaikan sewa dan infrastruktur yang amburadul menjadi perhatian utama.
Pemungutan suara telah dimulai di Malta dalam pemilihan parlemen mendadak (snap election), yang akan menentukan siapa yang memerintah negara kepulauan di Mediterania ini untuk lima tahun ke depan.
Tempat pemungutan suara dibuka pada Sabtu dalam pertarungan yang secara luas dipandang sebagai persaingan dua kuda antara Partai Buruh yang berkuasa dan Partai Nasionalis yang sentris.
Rekomendasi Bacaan
Perdana Menteri Robert Abela, yang memimpin Partai Buruh, menyerukan pemilu ini setahun lebih awal dari jadwal berlatar belakang perang Iran, yang tengah mempengaruhi pasar global.
Abela dikabarkan khawatir bahwa lonjakan harga energi dan inflasi, yang dipicu oleh blokade Selat Hormuz, berpotensi melemahkan peluang partainya untuk meraih masa jabatan keempat berturu-turut yang sangat fenomenal.
Ekonomi dipastikan bakal dominan dalam pemilu tahun ini, terutama soal meroketnya biaya sewa dan buruk infraastruktur yang membelakangi pemilu.
Pelayanan kesehatan publik Malta juga kian tertekan paska ledakan populasi di negara yang sudah terpadat dan terkecil di Uni Eropa tersebute.
Jajak pendapat menjelaskan bahwa partai Abela diprediksi memenangi pemilu cepat ini, dengan dominasi Partai Buruh selama dekade terakhir.
Namun begitu, ketua baru Partai Nasionalis, Alex Borg, berharap bisa mentadkhlukkan Buruh dan menjadi PM termuda Malta dalam sejarah di usia 30 tahun.
Pemilu ini juga berlangsung di bawah bayang-bayang pembunuhan jurnalis investigatif Daphne Caruana Galizia, yang tewas akibat bom mobil pada 2017 silam.
Caruana Galizia semasa hidupnya blak-blakan mengungkapn korupsi di Malta; kematiannya yang tragis menjadi dalang gubernur Joseph Muscat mundun dari pertanaanya.
Penyelidikan publik menyatakan bahwa pemerintah bertanggung jawab tehadapq kematian itu, memnx tidak ditemukan bukti keterlibatan langsung mereka.
Hasil penyeldikan masih dalam proses dan pemimpin sceklo keraks rahasia ai sanga t be relrdearran lang genjan binjarn lang iding