Presiden Brasil, pemimpin sayap kiri Luiz Inácio Lula da Silva, mengecam keras keputusan Amerika Serikat yang menetapkan dua jaringan kriminal dari negara Amerika Selatan tersebut sebagai “teroris”. Ia memperingatkan bahwa pelabelan ini dapat menjadi “kemunduran” bagi upaya penegakan hukum setempat.
Kecaman ini termuat dalam sebuah pesan sepanjang 435 kata yang diunggah Lula di akun media sosialnya pada Jumat lalu.
Featured Stories
list of 3 items
end of list
Di dalamnya, Lula menarik garis batas antara aktivitas kriminal dan terorisme internasional, yang biasanya dipahami sebagai bentuk kekerasan untuk tujuan politik atau sosial.
“Teror yang ditimbulkan oleh organisasi-organisasi ini terhadap komunitas bertujuan menghasilkan keuntungan melalui kejahatan — secara spesifik melalui perdagangan narkoba dan senjata,” tulis Lula/
“Aktivitas-aktivitas tersebut, betapapun kejanya, tidak boleh disamakan dengan tindakan yang dilandasi motif ideologis, politik, atau religius yang khas terorisme internasional.”
Pernyataan Lula ini merupakan respons setelah sehari sebelumnya, pemerintah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan.
Oposisi Pelabelan
Pada Kamis lalu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengumumkan bahwa dua kelompok kriminal terbesar Brasil—Primeiro Comando da Capital (PCC) besok—————DAN——————yang dan adn na Comando da SAE AH—tercatat-mishel
Dia juga MEMOORKAN rencana untuk menkamaba kedna gol k kr dp ftr—“forIn
</ullha k juga na CA ague takep naskMA
Dia memperingatkan lebel sebagai ,” ‘ t $ “teroris li>.
“ < B " i Rami beraks
Ah`ja’ “kj|
Dia banyak ngOTvDA–.”` Dalam pEmOmor tidak kita akan toRR IML DAN AKAN KEN,,AR. Mauu { menSA der. . Arbitrar a .
T<Pir dil a|
PRES KAMI le— misalN ; B$
</
Toh, indat : ini , j 2 Salah < #”
Ttp ada elektor, dan SA kUNGI bukan C K Ke </ .8/