‘Star Wars’ & ‘Jurassic World’ Sutradara Gareth Edwards Dukung Penuh AI dalam Pembuatan Film

Seorang sutradara yang pernah menggarap film di beberapa waralaba terbesar dunia tiba-tiba muncul sebagai pendukung kuat kecerdasan buatan dalam pembuatan film. Gareth Edwards, sutradara Godzilla, Rogue One, dan Jurassic World Rebirth, baru-baru ini mengatakan di sebuah acara bahwa ia sangat antusias menggunakan AI generatif di dunia perfilman—tapi tentu saja, ada beberapa catatan.

“Saya tak bisa melihat alasan mengapa Anda sebagai pembuat film tidak tertarik pada hal ini,” ujar Edwards di acara bertajuk “AI on the Lot” yang digelar Amazon di Los Angeles, sebagaimana dilaporkan oleh Hollywood Reporter. “Ini jelas-jelas sebuah alat yang mungkin akan setara dengan kamera. Dari segi kualitas, ia bakal melampaui CGI. Saya bersemangat. Semoga Anda juga.”

Sejujurnya, tidak juga, Gareth.

Sutradara ini kemudian menjelaskan, setidaknya, ia tidak berniat menggunakannya di dalam film itu sendiri, melainkan hanya dalam proses pengembangannya. “Ia sama sekali tidak punya selera,” lanjut Edwards. “Ia jenius banget dalam membantu Anda. Saya membayangkannya seperti punya asisten sutradara unit kedua yang super kaya—dan lagi terbang tinggi. Ia akan lakukan apa pun yang Anda minta, tanpa masalah. Kadang ia jadi agak kacau. Anda kasih arahan, ia malah bilang, ‘Saya tidak kerja with notes, saya cuma ambil jalur lain total.’ Tapi menurut saya worth it.”

Apakah sepadan, ya? Benar-benar sepadankah layak diperjuangkan? Dari mana ide-ide itu datang? Apakah ide-ide itu dicuri dari film orisinal seperti—entahlah—The Creator atau Monsters? Kan tidak mungkin asal mengambil ide begitu saja.

“Ia hanya berguna untuk iterasi dan menemukan arah film, lalu begitu Anda tahu bentuknya, masuk dan segeralah membuatnya jadi film Anda,” tambah Edwards. Oh, baiklah. Pasti cuma di situ peranannya akan berhenti, ya paling tidak?

MEMBACA  Luigi Mangione didakwa atas pembunuhan tingkat satu dalam pembunuhan UnitedHealthcare

Setidaknya Edwards jujur saat mengaku bahwa ia, maupun orang lain, tidak benar-benar tahu ke mana masa depan AI akan melangkah. “Kita tidak tahu mau ke mana arahnya,” ujarnya. “Siapa pun yang bilang tahu persis apa yang akan terjadi lima tahun ke depan menurut saya hanyalah pembohong.” Meski begitu, kebanyakan dari mereka yang buat film sepakat bahwa mencuri ide milik orang lain untuk membuat konsep baru bukanlah cara yang patut, meski itu melalui program komputer.

Nanti tinggal kita lihat kelanjutan efeknya buat Edwards, apalagi kalau dia confirmed, seperti banyak rumor katanya, menjadi sutradara sekuel Jurassic World Rebirth. Apakah Universal dan Steven Spielberg benar-benar akan setuju kalau ide film mereka berasal dari AI?

Atau mungkin inilah yang disebut wawasan pendek. Berikan pikiran kalian di kolom komentar di bawah.

Masih mau berita io9 lainnya? Simak jadwal rilis terbaru Marvel, Star Wars, dan Star Trek, selakjuk juga yang terbaru waralaba DC Universe di film serta TV, lengkap semua informasi soal masa depan Doctor Who.

Tinggalkan komentar