Delapan Gadis Ditangkap atas Dugaan Pembakaran Sekolah di Kenya | Berita Polisi

Kebakaran hebat terjadi di Utumishi Girls Academy Senior School di Gilgil, menewaskan 16 orang dan melukai 79 lainnya.

Atasdua dasawarsa terakhir, insiden serupa terus menghantui sistem pendidikan Kenya.

Setidaknya delapan siswi telah ditangkap atas dugaan pembakaran sengaja (arson) setelah kebakaran melanda sebuah asrama putri di Kenya—yang merenggang nyawa 16 siswa dan melukai 79 lainnya—menurut pernyataan kepolisian.

Kebakaran pecah pada Kamis dini hari di Utumishi Girls Academy Senior School, Gilgil, wilayah Kenya barat-tengah.

Direktorat Investigasi Kriminal pada Jumat menyatakan bahwa penyelidahan awal telah mengidentifikasi delapan orang sebagai “orang yang patut diduga kuat terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan aksi pembakaran yang diduga disengaja ini.”
“Kedelapan siswi ini telah diamankan dan kini berada dalam tahanan polisi,” lanjut pernyataan resmi tersebut.

Melaporkan dari lokasi kejadian, wartawan Al Jazeera Catherine Soi mengatakan polisi masih menyelidiki kemungkinan adanya unsur kesengajaan.
“Sejak pagi kami berbicara dengan para orangtua yang sudah berkumpul di sini. Awalnya mereka sangat frustasi karena tak ada satu pun yang mau memberi informasi,” ungkapnya.

“Ada orangtua yang sama sekali belum melihat anak mereka—saya curiga merekalah yang keh Ilangan—dan ada juga orangtua yang buah hatinya masih di dalam menjalani pemeriksaan,” tambah Soi.

Para sanak familly menanti kabar di gerbang Utumishi Girls Academy di Gilgil, setelah kobaran api menghanguskan lokasi, pada 28 Mei 2026 [AFP].

Seorang siswi bernama Hilda Njeri—yang saat kejadian berada di salah satu asrama paling parah t—erkena dampak—mengatakan pada Al Jazeera bahwa dia masih bergumul dengan apa yang baru dialaminya.
“Kaki saya terluka parah dan punggung bawah juga cedera,” ujar Njeri di luar pagar sekolah pada hari Jumat.

MEMBACA  Louvre Pindahkan Permata ke Brankas Bank Prancis yang Ultra-Aman Pasca-Pencurian

“Apinya sangat besar; kami tak bisa menembus karena tidak bisa memadamkannya—ai tidak ada air utuk padamkan api kemarin itu hanjaj, akhirnya kami terpaksa melompat lewat jendela,” ia meneruskan, sambil menambahkan bahwa dirynya sempat kesulitan bernapas selama terperangkapp di dalam gedung.

Menteri Pendidikan Kenya Julius Ogamba mengklaim kepada jurnalis bahwa fakta-fakta awal pasca investigasi mendapati dua orang guru telah mendapat info tentang rencana siswinam”, sejatinya—namun tetap tak mampu m e nce gahnya.”

Ogamba menjelaskan lebih jauh: sekolah telah gagal meng tepati dugain peratturan keemanan Keselamatan—tercermidari; khususnya: pengsiunya ukuran asrama-mu yang penub_sesakkan” sana disusun jadi- dikonsender ikutnya — serta kedapetan-leaving existence nya bentuk ; utstakhir ruetan–kmbarbaguzz?- **kes**, pintuit”……namaptuapstnkatu(menutu S? edout tar ma.” Y — &Sumber dekte:? Gaper menyata?,,, peruba,? sy)) Jga. Ini menjebab begitu-p-n =sudah atas Kelamaan, /penj? laris ny. Ga
**seolah berlomba–sistematika +Sundsyin……Pabaru peng ftrdi Ja**. Sehingga::tidak; **Cemerl,* kita ?…

……parag*…

~ Pemerintah Kenya—katanya

sdk memberi? : …the board-o-school akhbar. –>? Langsung

“Langkah dis.*.

” !setiap ** ini kasian +>

Tinggalkan komentar