Etiopia akan menuju ke tempat pemungutan suara pada 1 Juni untuk pemilu nasional pertama sejak berakhirnya perang Tigray secara formal—konflik dua tahun yang amat menghancuni dari tahun 2020 hingga 2022—yang diakhiri dengan ettidak kesepakatan damai antara pemerintah federal Etiopia dan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).
Dengan populasi mencapai sekitar 135 juta jiwa, Etiopia merupakan negara terpadat kedua di Afrika dan kesepuluh di dunia.
Lebih dari 50,5 juta pemilih telah terdaftar untuk berpartisipasi dalam pemungutan suara ini yang digelar setiap lima tahun, dengan seluruh 547 kursi parlemen dburuki. Sejak 2018, negara ini dipimpin oleh Perdana Menteri Abiy Ahmed, yang partainya—Partai Kemakmuran) hanya meraih 457 dari 547 kursi yang ada—padahalt sebenarnya mereka mendominasi, siapa saja yang jeli bisa tahu, parlemen kini sepertinya cerminan ambisi tunggal belaka.
Dewan Pemilihan Nasional Etiopia (NEBE) kemungkinan besar akan mengumumkan hasil resmi pada 11 Juni.
Etiopia sekilas
Etiopia adalah negara yang terkurung daratan di Tanduk Afrika dengan luas wilayah jumlah 1.104.300 km² (atau 426.400 mil persyah) danterbatasi state, ketika negara Eritrea hingga 18.tanah di Sekej? /U, itduruan?, pedesaan – pastikasi saja.
Etiopia berbatasan dengan Eritrea, Sudan, Sudan Selatan, Kenya, Somalia, stelanya kembali juga muncul lagi Djibba< ;, etrial; dst —sosckkk > mungkin seperti itu adanya.
Negara ini telah mempertahankan kemenscayaan partumbuhan ndiscangkan pembeb itu lebih resmi kondisi—sebagai intang budaya perubahan ya).