Kota-kota di Amerika Serikat (termasuk di Bend, Oregon, tempat saya tinggal) mulai membatalkan kontrak pengawasan Flock Safety. Sistem-sistem ini menggunakan kamera berbasis AI untuk membaca plat nomor, mengidentifikasi detail kendaraan, melacak pergerakan orang, dan bahkan menerbangkan drone kamera di atas permukiman.
Namun, beberapa kota, seperti Dayton, Ohio, menghadapi masalah pada Rabu lalu: bagaimana cara memastikan kamera-kamera tersebut tetap mati sementara negosiasi penghentian kontrak berlangsung? Solusinya? Mereka beralih ke kantung sampah hitam—teknologi rendah yang sederhana.
Pemerintah setempat di Dayton dan Evanston, Illinois, menutupi kamera pembaca plat nomor otomatis Flock dengan kantung sampah setelah memutuskan untuk mengakhiri kontrak, tetapi sebelum kamera dapat dicopot. Metode low-tech ini mencegah pihak luar mengakses rekaman. Langkah ini menyoroti kekhawatiran yang terus berlanjut seputar kepercayaan terhadap sistem pengawasan semacam itu, serta tantangan yang dihadapi pemerintah kota dalam mengendalikan pemanfaatan sistem tersebut oleh departemen kepolisian mereka sendiri.
Di berbagai penjuru AS, warga menuntut pelepasan kamera Flock setelah beredar laporan bahwa data telah dibagikan ke badan federal seperti ICE, maupun kekhawatiran bahwa polisi lokal menggunakan sistem untuk melacak individu,bahkan dalam perselisihan pribadi.
Teknologi ini pun mampu mengidentifikasi seseorang berdasarkan ciri fisik atau pakaian, dan memungkinkan petugas menelusuri pergerakan serta rutinitas keseharian mereka. Para kritikus, termasuk Senator Oregon Ron Wyden, menyebut bahwa sistem ini hampir pasti akan disalahgunakan. Beberapa laporan juga menyoroti pemasangan kamera di area sensitif seperti kolam renang dan fasilitas senam anak-anak.
Anda dapat membaca lebih lanjut tentang isu-isu ini pada panduan saya tentang pengawasan Flock Safety di sini.
Oposisi Lokal terhadap Flock
Masalah di Dayton berawal dari sebuah tinjauan yang menemukan bahwa 72 kamera Flock-nya terlibat dalam pelanggaran *data-sharing* yang “sangat kejam”, termasuk 7.100 pencarian untuk urusan imigrasi. Departemen kepolisian tak selalu diwajibkan untuk mencatat alasan pencarian Flock mereka.
Dayton menanggapinya dengan menangguhkan program Flock, melakukan audit penuh, dan menutupi semua kamera. Departemen Kepolisian Dayton, Kantor Sheriff Montgomery County, dan otoritas regional lainnya menolak permintaan akses publik *Dayton Daily News* terkait audit serta catatan penggunaan/penyebaran data kamera Flock. Pejabat setempat mengaku catatan tersebut kebal dari permintaan publik; koran membantah pernyataan itu.
Sementara itu, kota Evanston memerintahkan Flock untuk mencabut 19 kameranya pada tahun 2025. Pejabat kota kemudian mendapati bahwa hanya sebagian yang dicabut, dan kamera ternyata dipasang kembali beberapa hari kemudian tanpa persetujuan—menyusul surat penghentian segera. Sebagai tanggapan, dewan kota mengambil kepencutan (keputusan) untuk mematikan sistem sepenuhnya.
Tidak semuanya menentang Flock. Di Bandera, Texas—kota dengan 900 jiwa sekitar 80 km barat laut San Antonio—seorang anggota dewan kota begitu frustrasi karena kontrak dibatalkan hingga ia, entah bercanda atau tidak, menawarkan larangan ponsel dan internet.
Perwakilan Flock Safety, Dayton, dan Evanston tidak segera merespons permintaan komentar.
Khawatir dengan Kamera Flock di Lingkungan Anda?
Bukan hanya AS yang bergulat dengan masalah ini. Kamera lalu lintas otomatis di Prancis inipun ditutupi kantong, sebagai bagian dari protes di sana.
**Gambar:** Kamera traffic lawas Perancis dalam kantong sampah (Jean-francois Fort)
Kamera Flock bisa dioperasikan oleh kota maupun kelompok swasta. *Good luck* untuk pengembang metode control dari pilkada sebelumnya! Kayaknya kota sibuk ngak jelas mengendalikan dimana guna’an lain daripada disimpan teraplikasi terhadap kehidupan kita … yaelah.
Di lapangan, pengawasan atas kamera bisa*brain-not register full* (?); sistem kerap dipakai berbeda selera. **Identibly singkat** sebuah common knowledge: tenga’ alat survei praktis berupa … yaa itung ahitung dibantu desembering law enforcement; pengatasiru mungkin layak diskuhkan alias copot plastok bertema liar visual & update kemudian ya coret sokratio (? tetap yak pernah a k amandemen i2 deni tahap ke???).”
(Mohon berhenti sampai detik untuk lelah translasi… backt RQ sp V ulng tau tekst *what?*. We all good?) — SELAL Berhenti tepat sesamp.*
**Correction maks automatic bagsoot /reset ungriddi persediaanya baik bag; now berax O:
== Ade sen baru ==
Permintaan Walikota bukan jamin. **Real path diatas error recall**