Kementerian: Stok Hewan Kurban Iduladha di Indonesia Surplus

Jakarta (ANTARA) – Indonesia mencatat surplus hewan kurban buat Idul Adha tahun ini. Pasokan ternak mencapai 3,2 juta ekor, sementara kebutuhan nasional cuma 2,4 juta ekor. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, pada Rabu.

Bicara di Jakarta, Sudaryono bilang surplusnya sekitar 800.000 ekor. Ini menunjukan stabiltas pasokan pangan domestik dan kapasitas produksi peternakan.

“Ada surplus sekitar 800.000 ekor. Alhamdulillah, Indonesia saat ini dalam kondisi baik,” kata dia.

Dia menambahkan, surplus itu memperlihatkan kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan hewan kurban, tanpa mengalami kekurangan pasokan besar saat Idul Adha.

Sudaryono lanjut mengatakan, Indonesia bisa menjaga stabiltas domestik meskipun ada konflik global dan ketidakpastian ekonomi.

“Di situasi global yang sulit dengan banyak perang, kita tetap dalam kondisi baik, dan kita harus bersyukur,” ungkapnya.

Menurut dia, situasi ini adalah hasil usaha pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk jaga stabiltas ekonomi dan ketahanan pangan.

Sementara itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, bilang pasokan ternak nasional cukup dan terkendali.

“Perkiraan pasokan total 3,2 juta ekor, terdiri dari 860.000 sapi, 34.000 kerbau, 1,4 juta kambing, dan 935.000 domba,” ujar Suganda.

Dia menyebut, perkiraan kebutuhan 2,4 juta ekor menegaskan produksi ternak domestik bisa penuhi permintaan masyarakat tanpa masalah pasokan yang berarti.

Untuk pastikan sesuai standar kesehatan dan halal, pemerintah pusat dan daerah keluarkan panduan serta adakan program edukasi nasional buat panitia kurban.

Program ini mencakup kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, kesejahteraan hewan, dan prosedur penyembelihan sesuai syariat Islam dan peraturan yang ada.

MEMBACA  8 kepala negara akan menghadiri Forum Air Dunia: menteri

Tinggalkan komentar