Menteri Dalam Negeri juga mendesak para pejabat untuk menangani infiltrasi, narkotika, penyelundupan, dan ‘kejahatan lintas perbatasan’ lainnya.
Dipublikasikan Pada 27 Mei 202627 Mei 2026
Menteri Dalam Negeri India telah memerintahkan pembongkaran bangunan di sepanjang perbatasan dengan Pakistan, serta tindakan untuk memberantas berbagai “kejahatan lintas perbatasan”.
Menteri Dalam Negeri Amit Shah mengumumkan pada hari Rabu bahwa bangunan yang dianggap “ilegal” akan dihancurkan. Dalam sebuah pernyataan, ia menjelaskan bahwa bangunan dalam radius 15 km (sembilan mil) dari perbatasan akan diruntuhkan.
Cerita yang Direkomendasikan
daftar 4 item
akhir daftar
Perintah ini memperkuat ketegangan yang sudah mencekam antara kedua negara tetangga di Asia Selatan. Hubungan mencapai titik nadir baru tahun lalu ketika India menuduh Pakistan berada di balik serangan mematikan di Kashmir, yang memicu perang empat hari yang menewaskan lebih dari 70 orang—konflik terburuk mereka dalam beberapa dekade.
“Amit Shah menekankan perlunya penegakan kebijakan tanpa toleransi terhadap konstruksi ilegal, khususnya dalam jarak 0-15 km dari perbatasan internasional,” demikian bunyi pernyataan Kementerian Dalam Negeri. “Ia menginstruksikan otoritas terkait untuk meruntuhkan semua bangunan tidak berauthorized tersebut.”
Shah juga mendesak para pejabat untuk meningkatkan upaya “guna secara efektif mengatasi infiltrasi, penyelundupan narkotika, perambahan lahan, pendanaan teror, dan kejahatan lintas batas lainnya,” menurut pernyataan itu.
New Delhi telah menuduh Islamabad membantu penyelundupan narkotika dan senjata ke India, serta mengeluarkan dana besar untuk memperkuat perbatasannya yang dijaga ketat.
Shah dikenal karena sikap kerasnya terhadap keamanan nasional, migrasi ilegal tenaga kerja, dan kejahatan transnasional. Ia mengumumkan perintah tersebut saat berada di negara bagian Rajasthan bagian barat, yang berbatasan dengan Pakistan.
Perbatasan India dengan Pakistan, termasuk perbatasan de facto melalui wilayah Himalaya yang disengketakan di Kashmir, membentang sepanjang 3.300 km (2.050 mil).
India dan Pakistan saling menuduh mendukung kekuatan proksi, dan masing-masing pihak dengan tegas menolak klaim lawan.
Perang singkat itu pecah tahun lalu setelah serangan di wilayah Kashmir yang dikuasai India menewaskan 26 pria, sebagian besar wisatawan Hindu.
India menuduh Pakistan mendukung serangan tersebut—tuduhan yang dibantah Islamabad—yang memicu tindakan balasan diplomatik dan serangan udara, kawanan drone, serta tembakan mortir berat yang silih spbani.