Presiden Prabowo Subianto laksanakan sholat Idul Adha di Paris pada Rabu kemaren, untuk rayakan Hari Raya Kurban sambil pererat hubungan dengan WNI di luar negeri.
Sholat Idul Adha berlansung khidmat, dihadiri oleh warga Indonesia dan diaspora yang telah memadati Wisma Indonesia di Paris sejak pagi untuk sholat berjamaah bersama Kepala Negara.
Menurut keterangan dari Sekretariat Presiden, Pak Prabowo tiba di lokasi sekitar jam 8:40 pagi waktu setempat, diiringi lantunan Takbir. Beliau langsung menuju shaf untuk bergabung dengan jamaah dalam membaca Takbir sebelum sholat dimulai.
Sholat Idul Adha dipimpin oleh Fakhruddin Arrozi, alumni magister Universitas Islam Internasional Islamabad, Pakistan, yang kini mengajar di Universitas Muhammadiyah Lamongan.
Dalam khutbahnya, Fakhruddin menekankan kalau Idul Adha bukan hanya punya dimensi Ilahi, tapi juga kemanusiaan. Beliau sampaikan bahwa kurban jadi pengingat bagi muslim untuk berbagi, jaga identitas keislaman, kuatkan keluarga dan persatuan, khususnya bagi diaspora muslim yang hidup di luar negeri.
“Kita tidak diperintah untuk menyembelih anak-anak kita seperti Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, tapi kita diperitah untuk menyembelih ego kita agar taat pada perintah Allah,” kata Arrozi dalam khutbahnya.
Pesan ini nyambung dengan rasa kebersamaan yang terlihat dalam sholat berjamaah, di mana WNI di Perancis jadikan momen Idul Adha untuk mempererat tali sosial dan spiritual dengan tanah air.
Seusai sholat Id, Presiden Prabowo terlihat menyapa dan bersalaman dengan jamaah yang hadir.
Acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersma antara Presiden dengan komunitas Indonesia di Paris, sebagai bagian dari perayaan Idul Adha.
Momen ini disebut mencerminkan kedekatan Presiden dengan diaspora Indonesia dan perkuat rasa kebersamaan sesama WNI yang rayakan Idul Adha di perantauan.