Indonesia Pertimbangkan Kertajati sebagai Pusat Perawatan Pesawat Hercules

Jakarta (ANTARA) – Indonesia lagi pertimbangin buat ngembangin Bandara Kertajati di Jawa Barat jadi pusat regional untuk perawatan, perbaikan, dan overhaul (MRO) pesawat militer C-130 Hercules.

Masih di tahap perencanaan, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait negasin bahwa sampai sekarang belum ada tenggat waktu yang ditentuin untuk memulai pembangunan pusat perawatan Hercules itu.

"Prinsipnya, pemerintah masih dalam tahap perencanaan dan konsep terkait pengembangan ekosistem dirgantara di Kertajati—termasuk pengembangan fasilitas MRO untuk kebutuhan komersil dan militer," kata Rico dalam pernyataannya, Selasa.

Dia bilang, Indonesia mesti nimbangin banyak aspek, termasuk teknis perjanjian kerjasama, teknis pembangunan fasilitas MRO, dan model manajemen MRO yang bakal dipake, sebelum proses pembangunannya.

Semua aspek ini harus dipertimbangin biar operasi MRO nya sesuai sama kepentingan nasional, tegas Rico.

Terus, pengembangan dan operasi MRO juga wajib ngelibatin industri pertahanan dalam negeri.

Dengan cara gitu, bisa merangsang ekonomi nasional sambil nguatin kualitas produk industri pertahanan lokal, jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin nyampein tawaran dari Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth buat bikin Indonesia jadi pusat perawatan pesawat C-130 Hercules di kawasan Asia.

Presiden Prabowo Subianto dikabarin udah setuju tawaran itu dan nentuin Kertajati sebagai lokasinya.

Di sisi lain, ada kekhawatiran kalo posisi Indonesia makin terseret ke dalam kepentingan AS.

Anggota DPR RI T.B. Hasanuddin minta pemerintah hati-hati, soalnya militer AS punya kepentingan kuat di kerjasama strategis ginian.

"Kalo fasilitasnya cuma buat dukung operasi pesawat militer AS di kawasan Asia, bisa dianggap sebagai basis militer Amerika di Indonesia," kata Hasanuddin.

Bandara Kertajati udah beroperasi sejak 24 Mei 2018. Luasnya 1.800 hektar, punya landasan pacu panjang 3.000 meter dan lebar 60 meter, yang bisa nampung berbagai jenis pesawat badak lebar kayak Boeing 777 and Airbus A330.

MEMBACA  Satu Tersangka Perampokan di Tol Tanjung Priok Ditahan Polisi

Tinggalkan komentar