Oleh Chibuike Oguh
NEW YORK, 26 Mei (Reuters) – Dolar menguat pada hari Selasa setelah serangan baru AS ke Iran menurunkan optimisme untuk gencatan senjata dalam waktu dekat, sehingga meningkatkan permintaan untuk mata uang AS saat investor mulai berhati-hati.
Iran mengatakan AS telah melanggar gencatan senjata setelah melakukan apa yang disebutnya sebagai serangan defensif di Iran selatan, sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa negosiasi kesepakatan untuk menghentikan konflik mungkin “memakan waktu beberapa hari.”
Harapan akan kesepakatan damai sebelumnya mendorong harga minyak di bawah $100 per barel dan mengurangi permitaan untuk dolar.
Tapi permitaan untuk dolar sedikit naik karena investor semakin tidak percaya bahwa konflik akan segera berakhir, kata Marc Chandler, kepala strategi pasar di Bannockburn Global Forex di New York.
“Cukup jelas apa yang terjadi: kita pulang akhir pekan dengan pikiran kita hampir mencapai gencatan senjata, dan sekarang ada permusuhan baru. Jadi saya pikir pasar sedang menunggu perkemangan,” kata Chandler.
Euro turun 0,15% terhadap dolar ke $1,16265. Dolar menguat 0,29% menjadi 0,785 terhadap franc Swiss.
Indeks dolar naik tipis 0,135% ke 99,15 setelah turun 0,3% sehari sebelumnya.
Harga minyak merangkak naik kembali setelah kehilangan beberapa nilai di awal perdagangan Selasa setelah berita serangan AS. Minyak Brent naik 3,89% menjadi $98,87 per barel setelah jatuh 7% pada hari Senin. [O/R]
Data menunjukkan bahwa kepercak kan konsumen AS turun pada bulan Mei karena kekhawatiran inflasi akibat perang dengan Iran bertambah parah, yang mengimbangi perbaikkan pandangan rumah tangga terhadap pasar tenaga kerja.
“Kalau kamu lihat kenaikan di pasar saham, yang agak mengejar dari kemarin, dan harga minyak. Saya rasa pasar sedikit gugup. Saya pikir itu intinya. Data ekonomi tidak terlalu berarti saat ini,” tambah Chandler..
Pound Inggris turun 0,3% ke $1.3465.