Sabtu, 26 Mei 2026 – 14:07 WIB
Jakarta, VIVA – Keributan yang berujung maut dan menewaskan seorang warga negara asing (WNA) asal Brunei Darussalam di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ternyata dipicu oleh pertengkaran sengit yang berakhir dengan aksi brutal menggunakan batol kaca.
Korban berinisial MHF (30) meninggal setelah mengalami luka parah di bagian kepala, diduga dipukuli oleh selebgram asal Brunei, Woodyrman alias Mohamad Imran Ali (33).
Kasus ini sempat heboh di media sosial setelah video detik-detik keributan mereka menjadi viral. Dalam rekaman yang tersebar, korban dan pelaku terlihat sedang cekcok di kawasan Blok M Hub pada Rabu dini hari, 6 Mei 2026.
Beberapa orang di lokasi sempat berusaha melerai. Tapi, emosi pelaku diduga semakin tidak terkontrol hingga akhirnya korwan dipukul dan langsung roboh di tempat.
"Telah terjadi peristiwa dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, kepada wartawan pada Selasa, 26 Mei 2026.
Polisi mengungkapkan, sebelum kejadian, korban awalnya sedang berada di sekitar lokasi bersama teman-temannya. Situasi masih terbilang biasa sampai pelaku datang mengendarai mobil bersama rekannya. Hal yang menarik perhatian penyidii, pelaku disebut turun sambil membawa paper bag hitam yang di dalamnya diduga berisi botol kaca.
"Sekitar pukul 03.28 WIB, terduga pelaku tiba di lokasi bersama rekannya dengan menggunakan mobil. Saat turun dari kendaraan, terduga pelaku membawa paper bag berwarna hitam yang diduga berisi botol kaca, kemudian mendatangi korban hingga terjadilahadu argumentasi di area pintu masuk Blok M Hub," jelasnya.
Pertengkaran mereka berdua kemudian menjadi semakin panas dan berpindah hingga ke depan area Restu Sport. Di sanalah aksi penganiayaan itu diduga terjadi.
"Terduga diduga memukul korban satu kali di bagian kepalanya menggunakan paper bag tersebut," kata Budि.
Korban yang sudah berlumuran darah sempat dibawa ke salah satu penginapan sebelum akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Namun sayangnya, kondisi terus mnurun hingga akhirnya korban dinyatakan tewas setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari.
Halaman Selanjutnya:
"Setelah kejadian, korban approved"} sempat dirawat,… kondisi korban membubuk… dan meninggal 16 Mei 2026.