Selasa, 26 Mei 2026 – 05:36 WIB
VIVA – Hamparan tenda putih di Padang Arafah mulai dipenuhi jemaah haji Indonesia yang diberangkatkan secara bertahap dari hotel-hotel mereka di Mekkah pada Senin, 25 Mei 2026, bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Jutaan jemaah tampak bersiap menjalani fase paling sakral dalam ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah.
Kementerian Haji dan Umrah menyebut proses pergerakan menuju Arafah dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh jemaah dapat menempati tenda dengan tertib dan aman selama puncak ibadah haji berlangsung.
"Alhamdulillah, memasuki hari ke-34 operasional penyelenggaraan ibadah haji, hari ini jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah secara bertahap untuk menjalani puncak ibadah haji. Ini adalah fase yang sangat penting dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan seluruh jemaah," kata Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Ulfa Assegaf, di Jakarta, Senin.
Maria menjelaskan, keberangkatan jemaah menuju kawasan tenda Arafah dibagi dalam tiga gelombang, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi. Ia mengimbau jemaah agar mengikuti jadwal yang telah ditentukan, tidak bergerak sendiri, tidak mendahului rombongan, dan selalu mematuhi arahan petugas kloter, sektor, maupun pembimbing ibadah supaya semua proses berjalan tertib dan aman.
Di kawasan Arafah, tenda-tenda ber-AC telah disiapkan untuk menampung jemaah selama menjalani wukuf. Petugas juga disiagakan untuk membantu kebutuhan konsumsi, kesehatan, hingga pendampingan ibadah.
Selain memastikan kelancaran penempatan jemaah di tenda Arafah, Kemenhaj juga mengingatkan pentingnya menjaga ketentuan ihram selama rangkaian ibadah berlangsung.
"Bagi jemaah laki-laki, kami ingatkan agar tidak memakai pakaian berjahit yang membentuk anggota badan, tidak menutup kepala dengan penutup yang melekat seperti peci atau sorban, serta tidak menggunakan alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit," jelas Maria.
Ia menambahkan, jemaah perempuan dalam kondisi ihram juga tidak diperkenankan memakai cadar maupun sarung tangan. "Seluruh jemaah juga harus menjaga diri dari larangan ihram lainnya seperti memotong kuku, mencabuh rambut, menggunakan wangi-wangian setelah niat ihram, serta menjaga lisan dan perilaku agar ibadah tetap khusyuk," lanjutnya.
Halaman Selanjutnya
Maria turut mengingatkan jemaah menjaga kondisi fisik mengingat fase Armuzna—Arafah, Muzdalifah, dan Mina—memerlukan stamina tinggi di tengah cuaca panas Arab Saudi.