Stok Uranium Diperkaya Iran: Bisakah Dialihkan dengan Aman? | Perang AS-Israel?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan kembali pada hari Kamis bahwa AS tidak akan mengizinkan Iran mempertahankan cadangan uranium yang diperkaya relatif tinggi mereka.

Namun, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, telah mengeluarkan arahan bahwa uranium yang telah diperkaya Iran tidak boleh dikirim ke luar negeri, demikian laporan kantor berita Reuters pada hari Kamis, dengan mengutip dua sumber senior Iran yang tidak disebutkan namanya.

Masa depan sekitar 440 kg uranium yang diperkaya hingga kadar 60 persen yang diyakini masih disimpan Iran, masih menjadi batu sandungan utama dalam negosiasi perdamaian antara AS dan Iran.

Meskipun pengayaan uranium hingga 60 persen masih jauh dari tingkat 90 persen yang diperlukan untuk material setingkat senjata nuklir, para ahli nuklir mengatakan bahwa pada tahap inilah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 90 persen menjadi jauh lebih cepat.

Tetap[i] saja[sic], jika sekiranya Iran setuju untuk pemindahannya, apakah uranium dengan kadar tinggi itu benar-benar bisa dipindahkan antar negara dengan aman?

Berikut yang kami ketahui:

Apa yang sudah Dikatakan Trump dan Khamenei soal Cadangan Uranium yang Diperkaya?

“Kami akan mengambilnya. Kami tidak membutuhkannya dan tidak menginginkannya. Kami mungkin akan menghancurkannya setelah kami mengambilnya, tapi kami tidak membiarkan mereka memilikinya,” kata Trump tentang cadangan uranium diperkaya Iran saat berbincang dengan wartawan di Gedung Putih pada hari Kamis.

Namun, di hari yang sama, Reuters memberitakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran telah mengeluarkan dekrit ke[i]larangan setiap[tiap[sic]]pemindahan/pemind

MEMBACA  Judul: BBC Ungkap Warisan Beracun Abadi dari Bencana Kapal Kargo di Sri Lanka

Tinggalkan komentar