Walid Daqqa, seorang tahanan Palestina yang mengubah berpuluh-puluh tahun di penjara Israel menjadi momen-momen pemikiran, kreativitas, dan cinta.
Inilah kisah Walid Daqqa, salah satu tahanan Palestina paling lama mendekam di penjara Israel, yang disampaikan oleh keluarga dekatnya dan melalui rekaman suara yang ia buat di balik jeruji besi.
Dari seorang anak lelaki dengan pikiran tajam di Palestina tahun 1948 hingga menjadi organizer rahasia PFLP yang dihukum penjara seumur hidup, Daqqa mengubah selnya menjadi ruang kelas, pusat pemikiran, dan akhirnya, tempat pernikahan saat ia menikahi Sanaa Salama di dalam Penjara Ashkelon.
Melalui kesaksian intim dari keluarga, mantan*tahanan lain, dan pengacaranya, film ini mengeksplorasi gagasan Walid tentang “waktu paralel” – hidup di bawah “bertopeng beton” sekaligus melampaui dinding-dinding penjara. Film ini menceritakan penyelundupan spermanya, kelahiran putrinya, Milad, serta pesan kuatnya: bencilah penindasan, bukan manusia. Saat kanker menggerogoti tubuhnya dan Israel menolak pembebasannya, seruan terakhir Milad, “Kebebasan—untuk tahanan kami. Untuk ayahku,” menggema sebagai perjuangan yang melampaui usia hidup—lamanya—Walid Daqqa.
Diterbitkan Pada 21 Mei 202621 Mei 2026
Klik di sini untuk membagikan di media sosial bagikan-node
googleTambahka pengaturan Al Jazeera di Googleinfo