Kamis, 21 Mei 2026 – 12:24 WIB
VIVA – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak akan mengguncang dana haji jemaah. BPKH menegaskan dana haji yang dikelolah tetap aman karena kebutuhan valuta asing untuk ibadah haji tahun ini sudah dibeli lebih awal saat kurs masih stabil.
Menurut anggota Badan Pelaksana BPKH, Acep Riana Jayaprawira, semua pengelolaan dana haji dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Investasi dan penempatan dana hanya di instrumen beresiko rendah, sesuai dengan UU Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji. “Setiap keputusan investasi melibatkan tujuh anggota badan pelaksana dan tujuh anggota dewan pengawas, gak asal-asalan,” kata dia.
Acep juga menjelaskan bahwa BPKH saat ini hanya boleh menempatkan dana di instrumen beresiko rendah karena belum punya modal atau cadangan kerugian. Dia berharap revisi UU nanti bisa kasih ruang untuk pembentukan modal dan cadangan kerugian, supaya pengelolaan lebih flexible tapi tetap aman.
Tantangan terbesar saat ini adalah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan riyal Saudi, karena banyak kebutuhan operasional haji pakai valas. “Kalau kurs tinggi, kita perlu lebih banyak rupiah buat bayar hotel, penerbangan, dan katering di Arab Saudi,” ungkapnya. Tapi, dia memastikan pelemahan rupiah sekarang gak berdampak pada biaya haji karena valasnya udah dibeli tempo hari. “Jadi kalau dolar naik sekarang, gak masalah,” tutupnya (ant)”.