Kobo e-Reador Kini Terintegrasi Storygraph: Langkah Baru untuk Menyaingi Amazon

Jika Anda menginginkan e-reader tetapi tidak ingin ada hubungannya dengan Amazon, alternatifnya adalah e-reader Rakuten Kobo. Perangkat Kobo terkenal cepat, mudah digunakan, dan cukup terjangkau. Namun kini, mereka bekerja sama dengan perusahaan literasi lain demi pengalaman membaca yang lebih terintegrasi secara maksimal. The Storygraph — platform untuk melacak semua bacaan Anda — akan hadir di seluruh perangkat Kobo mulai Juni mendatang.

Integrasi ini menyinkronkan e-reader dan aplikasi Kobo dengan akun Storygraph. Artinya, kemajuan membaca Anda akan secara otomatis terekam di akun Storygraph; begitu Anda menyelesaikan sebuah buku, statusnya langsung berubah menjadi “sudah dibaca” tanpa perlu upaya ekstra dari pihak Anda.

“Misi kami adalah membuat hidup membaca jadi lebih baik, dan menghilangkan hambatan dalam proses pencatatan adalah salah satu cara paling langsung untuk mencapai hal itu,” ujar Nadia Odunayo, Pendiri & CEO StoryGraph. Kemitraan anyar antara Rakuten Kobo dan Storygraph ini semakin memperkuat posisi kedua brand sebagai alternatif lawan dominasi Amazon.

Industri buku memang sangat didominasi oleh Amazon. Raksasa teknologi ini memproduksi Kindle, e-reader paling populer, sekaligus menjadi penjual buku fisik dan e-book daring terbesar. Sejak 2013, Amazon telah memiliki Goodreads, platform pencatat bacaan orisinal. Kindle dan Goodreads sudah terintegrasi, menawarkan fitur serupa dengan yang disediakan oleh kolaborasi Kobo dan Storygraph, termasuk pelacakan progres membaca.

Meski begitu, banyak pembaca yang merasa resisten terhadap Amazon dan dampaknya terhadap toko buku independen. Hal ini mendorong keigiinuman bagi pegiat literasi—baik dari segi perangkat e-reader maupun tempat untuk mencatat bacaan mereka.

MEMBACA  Pemerintah Indonesia Pastikan Tayangan Publik Gratis untuk Piala Dunia 2026

Tinggalkan komentar