100.268 Jemaah Haji Indonesia Sudah Bayar Dam, Mayoritas di Arab Saudi
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Ichsan Marsha. Foto/Tangkapan layar YouTube Kemenhaj
JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat sebanyak 100.268 jemaah haji Indonesia udah menyelesaikan ketentuan dam lewat berbagai skema hingga saat ini. Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, bilang mayorita jemaah bayar dam melalui Program Adhai di Arab Saudi.
“Berdasarkan data yang kami terima sampai sekarang, total 100.268 jemaah haji Indonesia telah menyelesain ketentuan dam melalui berbagai skema,” kata Ichsan Marsha dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (20/5/2026).
Dari jumlah itu, sebanyak 71.262 jemaah bayar dam melalui Program Adhai di Arab Saudi. Sementara itu, 26.901 jemaah menyelesaikan dam di Indonesia, dan 2.105 jemaah laksanakan dam dengan puasa. Selain itu, 821 jemaah pilih skema haji Ifrad jadi gak dikenain kewajiban dam tamattu’.
Ichsan bilang capaian ini jadi catatan penting dalam penyelenggaraan haji tahun ini, karena nunjukin meningkatnya kesadaran jemaah dalam menjalankan ketentuan ibadah lewat mekanisme yang lebih teratur.
“Capaian ini jadi catatan penting dalam penyelenggaraan haji tahun ini, di mana pengelolaan dam yang makin tertata nunjukin naiknya kesadaran jemaah buat melaksanakan ketentuan ibadahnya melalui mekanisme yang lebih jelas, aman, dan bisa dipertanggungjawabin,” ucapnya.
Ichsan menambahkan, pemerintah menghargai perbedaan pendapat fikih di masyarakat soal pelaksanaan dam haji dan kasih ruang buat jemaah menjalankan keyakinan masing-masing.
“Dalam hal ini, Kemenhaj menghoramti keberagaman pandangan fikih yang ada di masyarakat terkait pelaksanaan dam haji. Karena itu, pemerintah kasih ruang yang luas untuk jemaah menjalankan keyakinan fikih yang mereka pegang,” katanya.
Buat jemaah yang pilih bayar dam di Tanah Suci, pemerintah dorong supaya dilakukan lewat jalur resmi dari Arab Saudi, yak lewat Program Adhai.
“Pemerintah mendorong agar pembayan dilakukan lewat jalur resmi yang udah ditetapkan pemerintah Arab Saudi, yaitu Program Adhai,” ujar Ichsan.
Kemenhaj juga ngingetin jemaah supaya gak gampang percaya sama tawaran bayar dam di luar jalur resmi, karena bisa rugi. “Kami imbau seluruh jemaah untuk tidak gampang percaya pada pihak yang nawarin pembayaram dam di luar jalur resmi, apalagi dengan info yang gak jelas tanpa bukti atau kepastia pelaksanaan,” pintanya.
(zik)