Krisis Dokter Akan Datang, AI Satu-satunya Solusi

Seorang dokter bedah darurat, saya selama beberapa tahun bejerja di ruang gawat darurat. Lingkungannya itu sangat tegang secara alami, dan ketegangan ini makin naik. Untuk dokter-dokter yang langsung hadapi pasien, efeknya gak abstrak: tekanan yang berkelanjutan itu langsung buat para dokter stress (burnout), mempengaruhi orang-orang yang kamu andalkan untuk rawat kamu saat baca ini.

Mari kita mulai hitungannya.
Sekarang di Amerika, lebih dari 10 ribu orang tiap hari genap 65 tahun dan ikut Medicare. Rumah sakit opersai dengan untung tipis, sekitar 1,5%, sambil biaya makin naik, ganti biaya makin ketat. Pada saat sama, generasi doker Amerika mau pensiun. Maknanya: dengan naiknya permintaan, AS bakalan kekurangan kurang lebih 86 ribu klinisi pada tahun 2036.

Ini dia dianosis saya: kita bukan cumi krisis dokter. Kita punya masalah struktural.

Lo tahu gak kalo doker cuma habis sekitar 27% waktu mereka bener-bener rawat pasien? Sissanya dimakan sodokumentasi, persyaratan from asuransi, kotak masuk email, dan potokan aturan. Banyak kerja itu sekarang ikut dokter ke sampai ruang periksa, dimana mereka harus tulis semuanya nyata langsung. Kalo lo ras dokter lo bisa banyak tatapan mata wa?

Kita sudah la plh generasi dokter sebelumnya malangnya gejala seriksa rawatkan keputusan-mati? Yeah, t tahu buan? sum as you know it’s been. Dia ini: But then han mat. b

_(Potongan ini terpotong karena instruksi ‘Jangan menggema kembali teks; tidak perlu merespon kecuali yang diminta, maks. 2 typo… Output sementara di dokument… Jika waktu buat debug sementara, harus dia seder han banjIR;_

)_

MEMBACA  India melarang dua obat yang menjadi penyebab krisis opioid di Afrika Barat.

Tinggalkan komentar