Rabu, 20 Mei 2026 – 08:42 WIB
VIVA – Dua tim London mengalami nasib yang berbeda. Di saat Arsenal berhasil jadi juara Liga Inggris 2025/2026, Tottenham Hotspur justru berada di ujung tanduk setelah kalah 1-2 dari Chelsea. Kekalahan ini bikin nasib Spurs untuk bertahan di Premier League harus ditentukan sampai pekan terakhir musim ini.
Pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi, bahkan bilang kalau laga lawan Everton akhir pekan nanti jauh lebih penting dibanding final Liga Europa musim lalu.
Spurs memang masih unggul dua poin dari zona degradasi. Tapi hasil buruk di Stamford Bridge kasih peluang buat West Ham untuk menyalip dan bikin persaingan lolos dari jurang degradasi makin memanas.
Sekarang, Tottenham wajib dapetin hasil aman saat menjamu Everton di laga terakhir. Kalau kalah, Spurs berpotensi turun kasta ke Championship.
“Fokus saya sekarang adalah pertandingan berikutnya dan bagaimana caranya dapetin poin. Karena Minggu nanti adalah final sesungguhnya buat Tottenham, bukan final Liga Europa di Bilbao lawan Manchester United,” ujar De Zerbi habis pertandingan.
Menurut juru taktik asal Italia itu, menjaga martabat dan sejarah klub jauh lebih penting dari sekedar ngejar trofi.
“Musim lalu mereka main buat trofi, sekarang kami main buat sesuatu yang lebih penting dari trofi,” katanya.
“Pride, sejarah klub, dan harga diri jauh lebih penting. Trofi bisa dimenangin atau hilang, hidup jalan terus. Tapi jaga harga diri klub adalah hal utama,” lanjut De Zerbi.
Di laga lawan Chelsea, Tottenham sebenernya sempat frustrasi dengan putusan wasit. Bek Spurs, Micky van de Ven, kelihatan dijatuhin Marc Cucurella di kotak penalti. Tapi VAR mutusin ga ada penalti karena bola dianggap belum aktif pas kejadian itu.
Premier League Match Centre kemudian jelasin kalo keputusan itu udah diperiksa VAR dan dinyatakan bener.
Walau gitu, De Zerbi milih ga larut memperdebatkan keputusan wasit. Dia minta timnya tetap fokus hadapi duel hidup-mati lawan Everton.
“Kalo kami terus bahas penalti atau keputusan wasit, kami cuma bakal keilangan fokus dan energi,” ujar De Zerbi.”Ia juga memuji dukungan fan Tottenham yang tetap luar biasa meskipun tim lagi bearti dalam tekanan besar.