Singapore (ANTARA/PRNewswire) — AstraZeneca dan Roche Diagnostics Asia Pacific hari ini mengumumkan kerjasama Memorandum of Understanding selama tiga tahun untuk mengembangkan kemampuan patologi digital dan meningkatkan perawatan kanker di sembilan pasar di Asia. Ini adalah kerjasama pertama di kawasan ini. Kolaborasi penting ini bertujuan untuk mempercepat adopsi patologi digital berbasis AI lewat program edukasi dan pelatihan, serta meningkatkan tes biomarker untuk kanker payudara dan paru-paru.
Secara global, hampir setengah dari semua kasus kanker payudara[1] dan lebih dari 60% diagnosis baru kanker paru-paru[2] terjadi di Asia. Pada kanker payudara, hampir setengah dari wanita Asia memiliki level HER2 yang rendah,[3] sementara TROP2 ditemukan pada 82–90% kasus kanker paru-paru non-sel kecil.[4] Oleh karena itu, tes biomarker yang akurat sangat penting untuk menentukan keputusan pengobatan, dan penilaian TROP2 dengan bantuan AI membantu mengidentifikasi pasien yang lebih mungkin merespons terapi konjugat obat antibodi.
Kolaborasi ini bertujuan mengatasi kesenjangan pengetahuan dan adopsi dalam patologi berbasis AI di Asia. Hanya 17% dokter yang merasa sangat paham dengan teknologi patologi mutakhir, dan penggunaan tes patologi komputasional di klinik masih rendah.[5] Contohnya, di Filipina, 60% ahli onkologi medis melaporkan bahwa tidak tersedianya tes biomarker telah menghambat praktik mereka.[6]
“Membangun sistem kesehatan yang tangguh adalah inti dari misi kami untuk mengubah perawatan kanker,” kata Arun Krishna, selaku Area Vice President Asia, AstraZeneca. “Melalui kerjasama ini, kami bersama Roche Diagnostics berusaha untuk memajukan edukasi dan penggunaan patologi berbasis AI. Dengan begitu, kami bisa mendukung integrasi diagnostik presisi ke dalam perjalanan pasien, sehingga lebih banyak pasien mendapatkan pengobatan yang tepat di waktu yang tepat.”
Patologi dengan bantuan AI membantu standarisasi proses diagnostik, mengurangi subjektivitas, dan meningkatkan akurasi. Sejumlah studi menunjukkan bahwa proses kerja berbasis AI bisa[7]:
- Meningkatkan akurasi diagnosis hingga 5% dan mempersingkat waktu pembacaan hingga 36%.
- Meningkatkan kesesuaian interpretasi hingga 15% dengan mengurangi kelelahan manusia dan bias subjektifP.
- Memperluas akses ke terapi target dengan mengklasifikasi ulang 24% kasus yang sebelumnya dianggap HER2-negatif menjadi kategori HER2-rendah.
- Mengidentifikasi pasien secara lebih tepat melalui diagnostik pendamping berbasis AI pertama untuk TROP2.[8]
Apabila pasien mendapatkan terapi yang tepat, manfaat klinisnya antara lain peningkatan respons, perpanjangan kelangsungan hidup tanpa perkembangan penyakit,[9] dan optimasi sumber daya kesehatan.
“Kami di Roche Diagnostics percaya diagnosis yang tepat dan akurat adalah fondasi perawatan kanker yang efektif. Di Asia Pasifik, kesenjangan akses ke diagnostik muthakir terus berdampak pada hasil perawatan pasien,” ujar Lance Little Kepala Wilayah Roche Diagnostics Asia Pasifik. “Lewat kerjasama ini, kami berfokus untuk memperkuat kemampuan diagnostik dan mempercepat adopsi patologi digital di seluruh sistem kesehatan. Ini kunci untuk mewujudkan diagnosis yang konsisten dan handal, serta meningkatkan standar perawatan bagi pasien kanker paru-paru dan payudara.”
Kolaborasi ini akan menghadirkan program edukasi dan latihan di Singapura, Taiwan, Korea, Thailand, Malaysia, India, Indonesia, Vietnam, dan Filipina, disuaikan dengan kebutuhan sistem kesehatan setempat untuk mempercepat integrasi patologi komputasional berbasis AI dalam alur kerja laboratinum.
Ini bukan materi promosi; dikembangkan dan didanai oleh AstraZeneca.
Z2-7573 | DOP: May 2026Referensi:
- Mengxia Fu, dkk. The Breast, Volume 79, 2025.
- Chiu, Chao-Hua dkk. eClinicalMedicine, Volume 74, 10270.
- Yang, C., dkk. (2025). Therapeutic advances in medical oncology, 17, 17588359251353083.
- Kuo, P., dkk. (2025). PloS one, 20(4), e0321555.
- Aggarwal, C., dkk. (2025). Diagnostics (Basel, Switzerland), 15(19), 2527.
- Alberto, I. dkk. (2023). The Lancet regional health. Western Pacific, 32, 100667.
- Rajadurai, P. dsr. (2025). Annals of Oncology. 36. S461. 10.1016/j.annonc.2025.08.1037.
- BioPharma Asia. 2026. Roche granted FDA Breakthrough device designation for AI-driven companion diagnostic for non-small cell lung cancer.
- Fountzilas E, dkk. Genome Med. 2022 Aug 31;14(1):101.
***
Reporter: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026