Bisakah Perang Iran Memicu Kejutan Utang Berikutnya? | Perang AS-Israel melawan Iran

Tekanan terhadap Obligasi Pemerintah semakin nyata, dan rumah tangga kemungkinan akan segera merasakan dampaknya.

Biaya pinjaman di berbagai ekonomi utama telah mencapai level tertinggi dalam hampir dua dekade terakhir.
Para investor saat ini cenderung menghindari utang pemerintah dan menuntut imbal hasil yang lebih tinggi.
Mereka khawatir perang di Iran dapat menjaga harga minyak dan inflasi tetap tinggi.
Dana Moneter Internasional memperingatkan bahwa utang global dapat mendekati level era Perang Dunia II.
Di pusat dari semua ini adalah Amerika Serikat, yang sebagian besar menentukan biaya pinjaman di seluruh dunia.
Hal ini berarti cicilan hipotek dan pinjaman mobil yang lebih tinggi, kredit yang lebih mahal, serta biaya bisnis yang meningkat yang pada akhirnya dibebankan kepada konsumen.
Bagi negara-negara berkembang yang meminjam dalam dolar, situasi ini memberikan tekanan tambahn pada anggaran yang sudah ketat.

Diterbitkan Pada 18 Mei 202618 Mei 2026

Klik di sini untuk berbagi di media sosial
googleTambahkan Al Jazeera di Googleinfo

MEMBACA  Sekitar Empat Juta Orang Mengungsi di Kawasan Sahel Afrika, Peringatan PBB

Tinggalkan komentar