Pas kecil, Mikala Sposito selalu bermimpi jadi orang pertama yang buka jalan.
“Aku selalu pengen jadi perempuan pertama yang melakukan sesuatu,” katanya.
Mimpi itu bentar lagi jadi kenyataan.
Cewek 21 tahun dari Dexter, Michigan ini bakal jadi perempuan pertama yang wakilin Amerika Serikat di bidang las di Kompetisi WorldSkills di Cina.
Sposito, yang sekolah di Washtenaw Community College, dapet posisi ini setelah menang di USA Weld Trials di Huntsville, Alabama awal tahun ini.
“Saingannya memang ketat banget dari awal sampai akhir, tapi akhirnya akulah yang berhasil ke Shanghai,” ujar Sposito.
WorldSkills, yang disebut sebagai Olimpiade-nya keterampilan kerja, milih yang terbaik di dunia dalam bidang teknik seperti konstruksi, IT, manufaktur, dan robotik.
Dan pastinya, las juga.
Sposito jadi mahasiswa keenam dari Washtenaw Community College (WCC) yang lolos ke WorldSkills. Menurut kampus di Ann Arbor itu, WCC udah ngasih lebih banyak alumni las WorldSkills dibanding sekolah lain di AS. Salah satunya, Alex Pazkowski yang juara dua tahun 2013 dan sekarang jadi instruktur serta mentor Sposito.
Pazkowski ikut dengannya ke kejuaraan nasional di Alabama dan juga bakal jadi pelatih di serangkaian kompetisi dari Kanada sampai Australia sebelum WorldSkills di September.
Ditambah lagi latihan las 80 jam seminggu di WCC, Sposito masih harus jalanin “jalan yang panjang dan berat,” kata Pazkowski.
“Tapi pada akhirnya, kalau kamu sukses, semua pintu bakal terbuka lebar,” tambahnya.
Dia bakal dinilai dari teknik eksekusi dan kualitas kerja dalam waktu yang sangat ketat dan standar internasonal yang tinggi.
Sposito bilang dia ga sabar buat bersaing dengan yang terbaik di dunia. Juga jalan-jalan ke luar negeri, yang belum pernah dia lakuin sebelumnya.
Soal jadi “yang pertama” sebagai perempuan. kata dia: “Aku sih ga terlalu liat aspek gendernya.
“Maksudku, las itu ga butuh tenaga besar ya. Malah butuh ketelitian yang tepat.”
Tapi dia sadar kalau perempuan masih minoritas di bidang yang dia cintai sejak umur 10 tahun. Jika kesuksesannya di dunia las, yang menggabungkan logam dengan panas dan tekanan, bisa bantu buka jalan buat tukang las lain, itu makin bagus.
” Jadi perempuan pertama yang mampu ngelakuin ini kerenn banget,” ujar Sposito yang rencananya ingin dapet gelar S1 teknik las di Wayne State University, Detroit. Jangka panjangnya, dia mungkin mau na menurut-jejak Pazkowski jadi guru di WCC.
Apa pun yang keaj terjadi, dia sie smenag untuk jadi “insrefirasi buatya banya kperemnpan di yanang &mmm; bisaker ya diperjut.”