Minggu, 17 Mei 2026 – 18:02 WIB
Jakarta, VIVA – Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang paling mulia dalam agama Islam. Selain identik dengan ibadah haji dan Hari Raya Idul Adha, sepuluh hari pertama bulan ini juga dikenal sebagai waktu yang terbaik untuk memperbanyak amal baik. Umat Islam disarankan untuk meningkatkan ibadah seperti dzikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, hingga menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah.
Pada tahun 2026, awal Dzulhijjah jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026. Artinya, umat Muslim sudah bisa mulai mempersiapkan diri untuk menjalankan puasa sunnah dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah. Puasa ini terdiri dari puasa Dzulhijjah biasa, puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah, dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Mengutip dari NU Online, Minggu, 17 Mei 2026, keutamaan amal di sepuluh hari pertama Dzulhijjah dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW:
“مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هٰذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِيْ أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ”
Artinya: “Tidak ada hari di mana amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: ‘Tidak juga jihad di jalan Allah?’ Beliau menjawab: ‘Jihad di jalan Allah juga tidak, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya lalu dia tidak kembali dengan satu pun dari keduanya.’”
Hadits ini menunjukan betapa besar keutamaan ibadah pada awal bulan Dzulhijjah. Bahkan, amal baik di hari-hari itu disebut lebih utama dibanding jihad, kecuai jihad yang membuat seseorang mati syahid.
Ibnu Hajar dalam kitab Fath al-Bârî menjelaskan bahwa keistimewaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah terjadi karena pada masa itu berkumpul berbagai ibadah utama seperti shalat, puasa, sedekah, dan haji.
Waktu Pelaksanaan Puasa Dzulhijjah
Puasa sunnah Dzulhijjah dilakukan mulai tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah. Sementara tanggal 8 Dzulhijjah dikenal sebagai puasa Tarwiyah dan tanggal 9 Dzulhijjah disebut puasa Arafah.
Bagi umat Islam yang sedang berhaji, puasa Tarwiyah dan Arafah tidak dianjurkan karena mereka lebih diutamakan untuk memperbanyak doa dan menjaga kondisi fisik selama menjalani ibadah haji.
Sementara itu, bagi yang memiliki utang puasa Ramadhan, diperbolehkan untuk menggabung niat qadha dengan puasa sunnah Dzulhijjah.
. Niat Puasa Dzulhijjah
Berikut bacaan niat puasa sunnah Dzulhijjah yang bisa diamalkan:
- Niat puasa tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى(Halaman selanjutnya…)